Bupati Solok Jon Firman Pandu Duduk Bersama Abang Ojek di Balai Rawang: Pembangunan Dimulai dari Mendengar dan Memahami

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH,

Independennews.com | Solok — Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Solok H. Jon Firman Pandu, S.H., memilih cara berbeda untuk menyapa warganya. Siang itu, ia menyambangi pangkalan ojek di Balai Rawang, Cupak — tanpa protokoler yang kaku. Duduk bersila di antara para abang ojek, ia mendengarkan cerita mereka, berbagi tawa, dan menutup pertemuan dengan makan siang sederhana bersama.

Di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan pesan mendalam: kepemimpinan yang hadir dan mau mendengar.

“Pembangunan bukan sekadar proyek atau angka di laporan. Ia dimulai dari hati, dari kemauan untuk mendengar dan memahami rakyat,” ujar Jon Firman Pandu disambut tepuk tangan hangat para abang ojek.

Dalam obrolan santai itu, para pengemudi ojek menyampaikan beragam keluhan dan harapan — mulai dari kondisi jalan yang rusak, harga BBM yang menekan, hingga minimnya perhatian terhadap pelaku ekonomi kecil. Tidak ada jarak antara bupati dan warganya; yang ada hanyalah dialog hangat antara pemimpin dan rakyatnya.

Bupati Jon mendengarkan setiap aspirasi dengan penuh perhatian, menimpali dengan senyum dan tawa ringan. Ia berjanji akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan.

“Saya ingin pemerintah hadir bukan hanya di atas podium, tapi di tengah kehidupan rakyatnya. Dari obrolan sederhana seperti ini, kita bisa tahu apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Kehadiran Bupati di pangkalan ojek itu menjadi simbol perubahan gaya kepemimpinan di Kabupaten Solok — dari yang birokratis menjadi partisipatif, dari yang berjarak menjadi dekat.

Seorang abang ojek yang hadir pun mengaku terharu.

“Biasanya kami hanya dengar nama pejabat dari berita. Tapi hari ini, bupati datang sendiri, duduk dan makan bersama kami. Rasanya seperti punya teman, bukan cuma pemimpin,” ungkapnya.

Menutup pertemuan, Jon Firman Pandu menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dua arah antara pemerintah dan rakyat. Ia berharap setiap kebijakan yang lahir di Kabupaten Solok berangkat dari suara masyarakat — dari pasar, pangkalan ojek, hingga sawah-sawah yang sunyi.

“Pembangunan dimulai dari mendengar. Selama saya memimpin, telinga dan hati saya akan selalu terbuka untuk rakyat Solok,” tegasnya sebelum berpamitan.

Suasana hangat di Balai Rawang siang itu menjadi cermin bahwa di tengah hiruk pikuk politik dan proyek pembangunan, masih ada pemimpin yang memilih mendekat, bukan meninggi.

(Risky)

BupatiSolok #Silaturahmi #BersamaRakyat #BalaiRawang #Cupak

You might also like