IndependenNews.com, Blitar | Bupati Blitar Rini Syarifah menghadiri panen raya padi jenis inbrida di Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar pada Kamis (30/03/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas
Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar, Ir Wawan Widianto dan beberapa Kepala
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Panen raya padi kali ini merupakan yang pertama pada tahun 2023, dengan hasil panen mencapai lebih dari 10 ton dengan kualitas beras premium dan sehat, yang diharapkan dapat mendorong masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Alhamdulillah hari ini panen raya padi di Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar berjalan lancar. Totalnya itu ada 10 ton lebih gabah yang dipanen, semoga upaya menjaga ketahanan pangan dapat tercipta.” Kata Bupati
Bupati Blitar Rini Syarifah juga mengajak para petani di Kabupaten Blitar untuk menggunakan aplikasi Biosaka dalam bercocok tanam.
“Aplikasi ini telah terbukti meningkatkan pendapatan para petani. Biosaka adalah aplikasi yang ramah lingkungan, murah, mudah didapat, dan bisa mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Aplikasi Biosaka ini telah diaplikasikan sejak tahun 2019 dan terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Blitar,” sebutnya
Blitar Rini Syarifah menjelaskan bahwa aplikasi Biosaka dapat digunakan dengan cara yang mudah, yaitu dengan menggunakan elisitor yang dihasilkan dari rumput atau tanaman liar yang sehat dan bebas dari virus atau hama. Dia juga menyatakan bahwa penggunaan Biosaka dapat menghasilkan hasil panen yang lebih baik daripada penggunaan pupuk kimia.
“Caranya mudah, ada rumput atau tanaman liar yang sehat tidak mengandung virus atau hamanya, itu nanti akan diperas, nah hasilnya elisitor diaplikasikan ke sawah dan hasilnya akan lebih bagus daripada menggunakan pupuk kimia.” pungkas Bupati. (Adv/Kmf/Bud)