Breaking News ! Ameng Tak Ditempat Saat Dua Pleton Anggota Sat Pol PP Kota Batam Mendatangi Toko Materialnya

0
140

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Tindakan arogansi penebangan pohon penghijaun diatas ROW jalan, yang di duga dilakukan Ameng pengusaha Toko Material bangunan berbuntut panjang. Pasalnya atas tindakan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam sebagai penegak Perda mendatangi Toko Material Bagunan milik Ameng, menyusul tindakan arogansi penebangan pohon penghijaun yang dilakukan Ameng beberapa hari lalu.

Dugaan pelanggaran terhadap Perwako Kota Batam No.35 Tahun 2012, tentang petunjuk pelaksanaan perturan daerah Batam No 5 Tahun 2001 tentang kebersihan Kota Batam, tentang tata cara pemangkasan/penebangan dan penggantian pohon yang ditebang, yang tertuang dalam pasal 16,17 dan 18.

Hal ini menjadi perhatian serius dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam. Dengan menurunkan sekitar dua pleton anggota, Sat Pol PP mendatangi Toko material milik Ameng, Rabu 04/12/2019 pagi.

Tetapi kedatangan Sat Pol PP ke lokasi penebangan pohon penghijuan ini kurang memuaskan, berhubung Ameng yang sedianya akan dimintai keterangan, sedang tidak berada di tempat.

Kepada awak media, Jondri Kepala Seksi (Kasi) Penindakan Sat Pol PP mengatakan, bahwa tindakan penebangan pohon penghijauan di atas Row jalan merupakan pelanggaran Perda, yang mana ada sanksi perdata dan juga sanksi pidana-nya.

Pelanggaran Perda ini sudah hampir satu minggu berlangsung. Tindakan penebangan pohon penghijauan diatas row jalan, kata Jonri ada sanksi denda dan juga sanksi pidana-nya.

“Kita sudah konfirmasi satu minggu setelah penebangan pohon ini. Namun sampai saat ini belum ada respon dari pihak mereka,” jelas Jondri.

Jondri menambahkan, bahwa pihaknya sudah pernah berusaha untuk menemui Ameng. Namun waktu Ameng juga tidak dapat ditemui ditempat. Untuk itu kata Jodri pihaknya belum dapat melakukan penindakan.

” Kita belum bisa melakukan penindakan, karena yang kita temui hanya karyawan saja, dengan alasan Ameng sedang berada diluar Negeri. Kemarin juga kita sudah kemari juga bersama Pak Zainal, Ketua Solidaritas Masyarakat Sagulung (SMS). Namun waktu itu tidak direspon juga,” ucap Jondri.

“jumlah pohon yang mereka tebang, kita hitung sekitar 7 pohon dengan ukuran besar.” ucap jonri

Dia juga mengatakan, bahwa pohon yang di tebang Ameng adalah pohon milik Pemko Batam, karena pohon yang mereka tebang diluar Peta Lahan (PL) milik mereka.

Jondri menambahkan, bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran perda. Untuk kasus ini, kata Jonri, belum bisa dilakukan karena pelakunya belum ada ditempat.

” Berhubung hal ini sudah viral di pemberitan dan juga di Medsos, maka ini merupakan bentuk sesuatu permasalahan, dimana kita harus meresponya,” ucap Jondri mengakhiri.

Liputan: Ls

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.