BP Batam Tanam 10.000 Pohon Gaharu, Anggota DPRD Kota Batam Minta Dijaga dan Dirawat

0
629
Anggota DPRD Kota Batam, Sugito

Batam, IndependenNews.com —-Penanaman 10.000 pohon Gaharu (Aquila Malaccensis) yang dilakukan oleh BP Batam mendapat apresiasi dari berbagai kalangan Masyarakat Kota Batam. Bahkan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam juga turut menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan penanaman pohon tersebut.

” Kita mendukung upaya yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadikan wilayah kota Batam yang asri. Namun perlu diperhatian, bisa dilakukan penanaman pohon tapi harus dipelihara dan dijaga agar tumbuh dan berkembang,” Ujar Sugito Politisi PDI Perjuangan kepada IndependenNews.com belum lama ini.

Lebih jauh Sugito mengatakan, Jika sudah ditanam harus dijaga, sehingga tanaman tumbuh dengan baik dan dapat berguna, jadi tidak sia sia.

“Kita minta jangan bisanya hanya menananam saya, sehingga tidak terkesan buang buang anggaran saja, kan apabila ditanam tapi tidak dirawat maka jelas itu hanya buang anggaran saja. Kita harapkan BP Batam telah memahami hal itu.”Cetusnya

Terkait penanaman pohon di Wilayah Resapan Air di Barelang, Sugito mengaku mendukung, tapi dia juga berharap agar pemerintah kota batam dan BP Batam juga melakukan penghijuan di seluruh wilayah kota batam. Terutama kata Sugito didaerah yang saat ini dilakukan pembangunan pelabaran jalan.

“Saya melihat, dengan adanya pembangunan jalan atau Pelebaran jalan, tentu tanaman pohon yang berada didaerah pembangunan terjadi penebangan pohon disepanjang pelebaran jalan. Untuk itu, kita meminta BP dan Pemko juga melakukan kembali  penanaman pohon di daearah pembangunan.”Katanya

Dia juga mengaku, sebelumnya Kota Batam termasuk kota asri di dunia, tapi dengan adanya pembanguan sehingga pohon pohon ikut ditebang, hal itu membuat kota batam tampak gersang dan panas.

“Pemko Juga harus memikirkan kembali supaya jalanan yang yang tidak ditanami pohon supaya ditanam juga.” Pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya , BP Batam dan Green Indonesia melakukan kegiatan penanaman 10.000 pohon gaharu (Aquila Malaccensis) di wilayah waduk Tembesi Barelang. Penanaman pohon ini dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup kota Batam, selain itu juga sebagai resapan air hujan, dan juga menjaga ketersediaan air baku di kota Batam.

Pembukaan kegiatan tersebut mengangkat tema, “Selamatkan dan lestarikan alam dengan penanaman pohon”, yang dihadiri oleh Kepala BP Batam Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, Ketua Green Indonesia, Andi Braga dan juga seluruh Deputy BP Batam, Rabu 28 September 2018.

Saat itu, Ketua panitia Binsar Tambunan mengatakan, pihaknya dan LSM Green Indonesia akan melakukan penanaman 10.000 pohon gaharu di waduk Tembesi Barelang dan akan menjaga dan merawat pohon tersebut.

“Kita sudah siapkan 10.000 bibit pohon gaharu yang nantinya di tanam di waduk Tembesi bersama LSM Green Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo juga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LSM Green Indonesia, pasalnya kegiatan ini terjadi dikarenakan ide dan gagasan LSM Green Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kota Batam yang disampaikan ke BP Batam.

“Kegiatan ini bisa berlangsung berkat ide dan gagasan LSM Green Indonesia yang langsung datang menghadap ke ruangan saya, dan saya kira ide ini baik untuk Kota Batam, pasalnya selain menjaga kelestarian lingkungan hidup, juga menjadi alat untuk menyerap air hujan sebagai kebutuhan air baku yang patut diprioritaskkan,” Kata Lukita.

Lanjut Lukita, BP Batam dan Green Indonesia akan tetap bergandengan tangan pasalnya ide dan gagasan LSM Green Indonesia sejalan dengan BP Batam untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kota Batam, seperti penaganan limbah B3 di Nongsa beberapa lalu, dan penanaman pohon gaharu.

“Kita mendukung penuh ide dan gagasan LSM Green Indonesia, seperti menuntaskan masalah limbah B3 di Nongsa dan menanam 10.000 pohon gaharu,” ungkapnya.

Lukita berharap program penanaman pohon tersebut bisa tetap berlanjut kedepannya, menanam adalah titik awal, menjaga dan merawat hingga mayoritas tumbuh ada tanggung jawab kita semua, dikarenakan kota Batam sangat mengandalkan air hujan sebagai kebutuhan kelangsungan hidup. Hal ini perlu dilakukan cara untuk bisa menyerap air hujan yang lebih baik, seperti penanaman pohon gaharu yang sangat tinggi akan daya serapnya.

“Saya berharap, program ini selanjutnya berlanjut, yang mana kota Batam mengandalkan air hujan untuk kehidupan sehari hari. Menanam adalah titik awal, menjaga dan merawat hingga mayoritas tumbuh adalah tanggung jawab kita bersama, kita optimis kedepannya Bumi kota Batam bumi yang indah, bumi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” Pintanya.

Sementara itu Aldi Braga selaku ketua Green Indonesia menyampaikan trimah kasih akan sikap terbuka dan kerja sama BP Batam akan kelestarian lingkungan kota Batam.

“Trimah kasih akan kerja sama BP Batam dengan kami, kita mengetahui bahwa kota Batam sangat membutuhkan air hujan sebagai sumber utama air baku masyarakat Batam, hal ini kita memilih pohon gaharu, yang mana pohon ini adalah pohon yang paling baik untuk menyerap air, dan juga bernilai tinggi,” Ucap Aldi.(Red/g01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.