BP Batam Sosialisasi Kenaikan tarif UWTO di Hadiri Pelaku Bisnis

0
1114
Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro

Batam-BP Batam undang sejumlah pelaku bisnis di batam, guna mensosialisasikan terkait penyesuaian kenaikan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

Pihak pihak yang terlibat dalam rapat itu, yakni Kamar dagang dan Industri Provinsi Kepri (kadin Kepri), Kamar dagang dan Industri Batam (Kadin Batam), Apindo Kepri, Himpunan Kawasan Industri, HIPPI, Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri, Asosiasi pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dewan Koperasi Indonesia Batam (dekopindo Indonesia), REI Khusus Batam, Denwan pengurus daerah Apersi Khusus batam, Ikatan Notaris Indonesia (INI) batam, Ikatan Pejabat pembuat akte tanah (PPAT) Batam,  Forum pengusaha Pribumi Indonesia (FOPPI) Batam dan Polda kepri.

Pada kesempatan itu, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menyampaikan penyesuaian tarif UWTO guna meningkatkan daya saing batam di tingkat internasional. “penerimaan bp batam adalah pnbp (penerimaan negara bukan pajak) yang akan digunakan kembali untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan layanan. jangan lupa, penyesuaian tarif sewa penggunanan lahan belum pernah dilakukan sejak tahun 1997. hapir 20 tahun tak pernah berubah,’ujar hatanto

“kenaikan tarif uwto ini bukan inisiatif pengurus bp batam, melainkan
merupakan tidak lanjut dari rekomendasi badan pengawas keuangan (bpk) pada
tahun 2013 .” rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti pada tahun 2015,” ujar
hatanto didepan para pelaku bisnis dalam rapat sosialiasisi kenaikan tarif UWTO di Harris Hotel, Senin (17/10/16) Pukul 16.30 WIB

lebih jauh hatanto mengatakan bp batam menjamin penyesuaian tarif ini sudah
dipertimbangkan dari berbagai aspek, antara lain azas keadilan dan kepatutan,
kontinuitas pembangunan batam, daya beli, dan aspek persaingan yang sehat .”
kebijakan tarif baru ini juga sangat berpihak pada masyarakat berpenghasilan
rendah. tarif perpanjangan sewa lahan untuk perumahan sederhana dan kavling
siap bangun (ksb), justru turun dibandingakan tarif lama.

Dia menyebutkan, dalam Perka tersebut, ada penurunan tarif UWTO bagi permukiman sederhana dan Kavling siap bangun, alasan membedakan UWTO permukiman tersebut untuk pemerataan pembangunan seperti diwilayah yang masih sepi,”tutur Hatanto (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here