IndependenNews.com | Lhokseumawe – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Lhokseumawe menyelenggarakan acara diseminasi perekonomian terkini dan kegiatan SERAMBI 2024, sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan ekonomi dan program-program yang dilaksanakan.
Pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi mengalami peningkatan yang menggembirakan, terutama berkat kinerja yang kuat dari Amerika Serikat dan India. Meskipun demikian, Tiongkok, Inggris, dan Jepang masih menghadapi tantangan dalam pemulihan ekonomi mereka.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2023 melampaui perkiraan sebelumnya, didorong oleh permintaan domestik yang kuat.
Acara ini dihadiri oleh Bapak Gunawan, Deputi Direktur KPWBI Lhokseumawe, serta pegawai Bank BI setempat yang berlangsung pada hari ini, Rabu, (20/03/2024) mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WIB, di lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe.
Dalam paparannya, Gunawan menyampaikan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di wilayah kerja KPWBI Lhokseumawe terus menunjukkan tren positif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui program-program seperti Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).
Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia tercermin dari sektor industri, konstruksi, pertambangan, dan perdagangan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2024 juga optimis, dengan diperkirakan akan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Jelasnya
Namun demikian, Aceh juga turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2023 yang melampaui periode sebelumnya. Meskipun menghadapi defisit perdagangan, langkah-langkah strategis telah diambil untuk mengurangi defisit tersebut dengan meningkatkan ekspor beberapa komoditas kunci.
Di sisi inflasi, kebijakan yang konsisten dan sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah telah berhasil menekan inflasi nasional dalam kisaran sasaran. Namun, Aceh mencatatkan peningkatan inflasi pada bulan Februari 2024, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk kondisi cuaca yang memengaruhi produksi pertanian.
Serambi: Mendorong Kebutuhan Uang Rupiah Selama Bulan Suci Ramadhan, Dalam menghadapi permintaan uang rupiah yang tinggi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia telah meluncurkan program SERAMBI untuk Memastikan ketersediaan uang tunai selama bulan Ramadan cukup, tetapi juga menyediakan layanan kas keliling dan edukasi untuk masyarakat.
Kick Off SERAMBI dilaksanakan dengan sukses pada 20 Maret 2024 di Kota Lhokseumawe, yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Pj. Walikota dan perwakilan perbankan. Permintaan uang selama Ramadan dan Idul Fitri diperkirakan meningkat, sehingga upaya untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah diharapkan dapat berjalan lancar.
Pasar Murah untuk Mengendalikan Inflasi Pangan, Dalam rangka mengendalikan inflasi pangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama dengan Bank Indonesia telah menggelar pasar murah dengan subsidi angkut. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dengan memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
MUBARAQ: Memfasilitasi Transaksi Non Tunai Selama Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia juga mendorong penggunaan transaksi non tunai melalui program MUBARAQ. Program ini tidak hanya membantu mengurangi risiko uang palsu, tetapi juga memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi, terutama selama pandemi.
Road to FESYAR: Mempromosikan Ekonomi Syariah Melalui Kompetisi, Kick Off Road to FESYAR merupakan langkah awal untuk mempromosikan ekonomi syariah di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe. Melalui serangkaian kompetisi berbasis syariah, diharapkan akan muncul inovasi dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Para pemenang kompetisi juga akan diikutsertakan dalam Festival Ekonomi Syariah Sumatera tahun 2024, memperluas kesempatan mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah secara nasional.(man)