IndependenNews.com, Aceh | Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah kota Lhokseumawe dan Aceh Utara sering mengalami kekosongan, Kondisi ini kerap terjadi dikarenakan migrasi masyarakat ke Pertalite dan pasokan ke SPBU tidak cukup setelah harga Pertamax naik.
Selain itu, kekosongan BBM jenis pertalite yang kerap terjadi di wilayah kota Lhokseumawe dan Aceh Utara juga disebabkan pasokan Pertalite ke SPBU tidak mencukupi menyusul hilangnya BBM subsidi jenis Premium.
Salah seorang pengendara yang ditemui awak media ini disalah satu SPBU di Kota Lhokseumawe mengaku, Dirinya sering tidak dapat BMM karena BBM Pertalite nya sering kosong di SPBU.
“Dulu kita dipaksa untuk pakai Pertalite setelah premium hilang, sekarang malah BBM jenis pertalite juga mau ikutan hilang,” ujar Irwan dengan nada kesal
Menurut Iwan, bahwa sulitnya mendapatkan BBM Pertalite ini tentunya sangat menyulitkan warga yang hidupnya pas-pasan. Sulitnya mendapatkan BBM Pertalite tentu memaksa warga untuk menggunakan BMM jenis Pertamax, Pertamax Turbo.
“BMM jenis Pertamax itukan harganya mahal, sementara warga hidupnya pas-pasan, nah kondisi ini sangat dirasakan menyengsarakan masyarakat ekonomi lemah,”kata Iwan dengan nada lantang
Menanggapi fenomena tersebut, Suhendra Sembiring, Sbm Depo Pertamina mengatakan Penyaluran dari Depot pertamina tidak ada terkendala.
“Hasil monitor kita, ini disebabkan terjadinya peningkatan konsumen dari sebelum Idul Adha sampai Minggu kemaren atau faktor akhir liburan. Dan peningkatan BBM pertalite itu naik hingga 15-20% dan kita salurkan sesuai demand permintaan konsumen di SPBU,” jelas Hendra.
Sementara itu, pengawas SPBU Di wilayah Aceh Utara (BD) yang dikonfirmasi terpisah pada Rabu (20/07/22) pukul 17.38 wib mengatakan, kalau penembusan sampai 32 ton, dan yang di Order 24 ton, yang dikirim cuma 16 ton untuk jenis BBM Pertalite.
“Orderan BMM jenis Pertalite sebanyak 24 ton, namun yang dikirim ke SPBU oleh pihak pertamiman cuma 16 ton, sementara Jenis BBM biosolar sejak bulan Mei pengirimannya tetap 16 ton,”jelasnya
Hal senada juga disampaikan salah satu Pengawas SPBU dalam wilayah kota Lhokseumawe (HR), Ia mengaku bahwa BBM jenis Pertalite akhir-akhir ini sering mengalami kendela lantaran kiriman BBM jenis pertalite tidak tepat waktu, sehingga menimbulkan gejolak.
“Keterlambatan kedatangan BBM ke SPBU membuat masyarakat menunggu lama dengan antrian panjang. Masyarakat saat ini lebih condong untuk memakai BBM Pertalite mengingat harganya lebih murah dibandingkan Pertamax.”Katanya (man)