IndependenNews.com, Taput | L.Situmeang dari Barisan Anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (BAKKIN) wilayah Tapanuli mempertanyakan kedalaman penanaman jaringan perpipaan proyek Sistim Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) menuju Garaga, Kel. Situmeang Habincaran, Kec.Sipoholon, Kab.Tapanuli Utara (Taput) Sumut.
Menurut L.Situmeang Selasa (7/3/2023),
pekerjaan galian yang dilakukan untuk penanaman jaringan perpipaan yang berada dibahu jalan lintas sipoholon–medan hanya sekitar 50cm–60cm.
Sementara lokasi tersebut lanjutnya, adalah jalur lintasan yang ramai dilalui kenderaan yang bermuatan ringan maupun bermuatan berat. Sehingga dengan lalu lintas dan kedalaman seperti itu titik tekan yang diterima jaringan perpipaan lebih terbeban. Dan itu bisa berpotensi jaringan pipanisasi cepat rusak.
“Dari yang kita amati kedalaman penanaman jaringan perpipaan sekitar 50cm–60cm, artinya dengan beban lalu lintas dan kedalaman seperti itu titik tekan yang dialami pipa lebih terbeban,”terang L.Situmeang.
Kendati demikian ukuran kedalaman galian jaringan pipanisasi sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dikatakan L. Situmeang perlu dipertanyakan kepada PPK agar tidak menimbulkan asumsi liar.
Terpisah, Hizkia Pasaribu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut melalui WA menyebutkan kedalaman galian kurang dari 1 meter.
Namun saat ditanyakan ukuran kedalaman galian jarigan pipanisasi sesuai dengan RAB, Hizkia Pasaribu belum menjawab.
Diinformasikan anggaran untuk Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Bangunan Pendukung Sistem Penyediaan Ari Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Tarutung yang berada di Kec. Sipoholon tahun 2022-2023 sebesar Rp.30.251.256.847,00 dari APBN.
(Maju simanungkalit)