Bakesbangpol KKA Gelar Pendidikan Wawasan Kebangsaan Tahun 2019

0
313

INDEPENDENNEWS.COM, ANAMBAS –Pemerintah Daerah KKA melalui Bakesbangpol KKA mengadakan Pendidikan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan Tahun 2019 dengan tema “Dengan memantapkan wawasan kebangsaan kita wujudkan persatuan dan kesatuan masyarakat KKA yang solid dan kokoh”. Kegiatan ini digelar pada Selasa (12/11/19) bertempat diula Hotel Anambas In jalan Takari Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni
Asisten I KKA Zuhrin, Dirjen Politik Kementrian Dalam Negeri Yodi Indrawan, Sekertaris Bakesbangpol KKA Syaharuddin, Paspotmar KKA, Plh Danramil 02 Tarempa Peltu Amrul, Kasat Intelkam Polres Anambas Iptu Buskardi, OPD, Ormas, Toda Tomas, dan FKUB KKA.

Panitia Pelaksana Syaharuddin Sekertaris Bakesbangpol KKA dalam laporannya mengatakan, dasar dari pelaksanaan kegiatan berdasarkan Permendagri 71 tahun 2012 maksudnya membentuk kepengurusan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) periode 2019 2023, dalam mengoptimalkan nilai kebangsaan dan kesadaran nilai Pancasila serta Mengoptimalkan pengembangan kinerja demokrasi atau indeks demokrasi.

Terbentuknya pusat pendidikan wawasan kebangsaan dan terlaksananya sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Peserta pengurus pendidikan wasbang PPWK yang terdiri dari sekda perangkat kepala daerah instansi vertikal politik ormas Toda tomas toga dan media. Narasumber dalam kegiatan tersebut panita menghadirkan dirjen politik dan Kementrian Umum pak Yodi Indrawan,

Dalam kesempatan itu, Asisten I Zuhrim menyampaikan sambutan Bupati KKA sekaligus membuka acara Kegiatan pusat pendidikan wawasan kebangsaan ini, Zuhrim mengatakan, Konstitusional NKRI dan bhinneka tunggal Ika semboyan merupakan karakter bangsa untuk menyatukan negara kita.

“Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) merupakan bentuk pengokohan dan bersatu agar terjaga sejarah kecintaan terhadap tanah air. Latar belakang PPWK menangani Fenomena berbangsa dan bernegara mengalami suatu pergeseran dari sendi kehidupan, merupakan keniscayaan ketidakmampuan pengelola politik tercabut nya nilai religius yang ingin instan sampai krisis manusia .

“Untuk mengatasinya, maka sosialisasi dilakukan dengan tujuan pemahaman komponen bangsa bahwa NKRI memiliki ciri khas kebinekaan ras satu bangsa dan tanah air satu bahasa nasional yang bermartabat bahwa bangsa Indonesia bangsa yang besar yang wajib dijaga oleh bangsa lain.

“Materi yang diberikan mengenai Arah kebijakan Pembinaan Ideologi, Karakter dan wawasan kebangsaan didasarkan pada pemahaman atas ancaman, Tantangan Hambatan dan gangguan kedaulatan bangsa masa kini oleh Narasumber dari Kemendagri Bapak Yodi Indrawan. S. STP. Kepala Seksi Karakter Kebangsaan.”Tutupnya (Az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here