Badan Pengawas Koperasi : Pengurus Koperasi Tunas Muda Bersikap Tegas Kepada PT. Persada Harapan Kahuripan

0
775

INDEPENDENNEWS.COM, TEBO — Pertemuan antara pengurus Koperasi Tunas Muda dengan PT Persada Harapan Kahurifan digelar pada Selasa (2/9/19) bertempat di ruang rapat kantor Koperasi Tunas Muda di dusun Tuo Tebo Ilir.

Pertemuan tersebut guna membahas terkait penolakan pada surat hasil kerja (SHK) dan beberapa hal lainya hasil temuan pengurus Koperasi yang berpotensi merugikan Anggota Koperasi di Areal Perkebunan Plasma milik anggota koperasi.

Menanggapi banyaknya kejanggalan dan persoalan yang dinilai sangat merugikan anggota koperasi. Anggota Koperasi mendesak Perusahaan PT Persada Harapan Kahurifan melakukan pembenahan, tetapi tidak mendapat respon dari Perusahaan PT Persada Harapan Kahurifan. Bahkan yang ada persoalan lama belum dapat dituntaskan masalah baru muncul lagi.

Bentuk masalah yang terjadi dilapangan yang saat ini depersoalkan para anggota Koperasi yakni Surat Hasil Kerja (SHK) yang dianggap adanya ketidaksesuaian antara catatan tonase buah yang dipanen dengan hitungan tonase hasil produksi yang akan diterima koperasi untuk di bagikan kepada anggotanya.

Penyimpangan tersebut diketahui setelah dilakukan cross cek ulang datannya secara bersama sama oleh pihak koprasi dan perusahaan ditemukan selisih sampai 10 ton, kemudian dengan berbagai macam dalih susut menjadi 5 ton.

Pertemuan koperasi dan perusahaan pada selasa(2/9) adalah rentetan dari peristiwa penolakan SHK (24/8) yang semestinya, jika saat itu di terima maka selang beberapa hari uang bagi hasil akan di transfer ke rekening anggota. Tetapi karena SHK di tolak. Hingga saat ini (3/9) sudah tertunda lebih dari 11 hari, hal itu menambah keresahan anggota koperasi. Situasi sulit tersebut bak buah simalakama, sementara perusahan mengambil sikap menunggu karena merasa tidak di rugikan oleh situasi ini.

Melihat realita yang terjadi pengurus, Badan Pengawas dan beberapa anggota koperasi mendatangi kantor perusahaan untuk mendesak perusahaan untuk merealisasikan 7 Point yang telah disepakati dalam pertemuan sebelumnya.

Sulaiman Ketua Badan Pengawas (BP) Koperasi saat dihubungi melalui selularnya, Rabu (4/9/19) kepada independennews.com mengatakan, bahwa dia sangat berharap persoalan segera selesai.

” Saya minta kepada pengurus koperasi agar memberi dead line kepada perusahaan dengan memberi batas waktu 2 hari kepada perusahaan untuk menuntaskan persoalan, karena apabila berlarut larut kasihan para petani.” tulisnya

Menurutnya, ekonomi para petani sangatlah sulit, bagi hasil itu sangat berarti bagi mereka.” pungkasnya (Rm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here