Aktivis GAIB Kecam Tindakan Semena-mena Polsek Wongsorejo

0
313

Independennews.com, Banyuwangi – Polsek Wongsorejo, Kab.Banyuwangi, Jawa Tinur Viral setelah berhasil mengamankan 49 Batang Kayu Jati, yang diduga ilegal loging, pada 19 juli, penangkapan Kayu jati ini menjadi sorotan banyak pihak terutama kalangan para aktivis.

Kapolsek Wongsorejo, Iptu Sudarso dalam keterangannya mengatakan bahwa Kayu jati yang diamankan sebanyak 49 batang, pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi ahli dari Perhutani (Perhutani KPH Banyuwangi Utara) dan keterangan dari pemilik kayu.

Untuk Langkah selanjutnya, Sambung Sudarso, pihaknya akan terus mengumpulkan keterangan saksi dan pengecekan di hutan akan tetap dilakukan karena saat melacak balak tidak ditemukan tunggaknya dan juga akan segera menggelar perkara di Mapolresta Banyuwangi.

“Kayu tangkapan ini sedang dalam tahap lidik kita, jadi belum bisa menyampaikan banyak lebar, kita harapkan sabar menunggu setelah gelar perkara di Polresta,” ungkapnya kepada media pada sabtu, (31/72021).

Diketahui penagkapan dan penyitaan kayu jati itu dilakukan pihak Kepolisian dihalaman rumah milik Hariyono warga Dusun Karangbaru Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Jumlah kayu jati yang diamankan saat itu sebanyak 49 batang, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat kepada Polsek Wongsorejo, bahwa ada banyak tumpukan kayu jati, lalu 2 anggota Polsek wongsorejo mengkroscek dan benar mendapati kayu jati sebanyak 49 batang di halaman rumah milik Hariyono.

Menurut keterangan Hariyono selaku pemilik kayu tersebut menjelaskan bahwa, “Saat penggerebekan Polisi tidak menunjukan surat perintah ke saya, walaupun sudah ditunjukan surat keterangan kayu dari desa, kayu jati tersebut tetap diamankan dan disita oleh Polsek tanpa diberikan surat tanda penerimaan (STP) barang bukti,
tau-tau barang saya dibawa.

Lanjut Hariyono, setelah dua hari diperiksa terkait kepemilikan kayu jati tersebut di Mapolsek Wongsorejo, saya telah menunjukan surat-surat keterangan asal kayu dari 2 desa yang menjelaskan bahwa kayu jati tersebut memang kayu jati kampung yang saya beli dari masyarakat untuk usaha mebel, dan saya juga turun langsung dilapangan untuk menunjukkan tunggaknya bersama pihak Polsek Wongsorejo dan semuanya dikroscek ada.

“Dari kejadian tersebut pada tanggal 21 juli 2021 akhirnya Hariyono selaku pemilik kayu jati tersebut disuruh membuat surat pernyataan bahwa kayu jati miliknya sejumlah 49 batang yang diamankan dan disita oleh Polsek Wongsorejo telah dikembalikan kepada pemilik dengan disaksikan Jiono selaku Danru Polhutmob wilayah banyuwangi utara,” Imbunya saat diklarifikasi oleh media.

Namun faktanya setelah dikroscek dilapangan, dari pantauan media berdasarkan berita acara penitipan didapati bahwa kayu jati tersebut baru dititipkan ke TPK Bajulmati oleh Polsek Wongsorejo pada tanggal 21 juli 2021 tanpa ada nomor laporan polisi (LP) dan tanpa ada stempel baik dari Polsek wongsorejo yang menitipkan maupun stempel dari TPK selaku yang menerima titipan kayu tersebut, yang ditanda tangani oleh kepala TPK, Polsek Wongsorejo dan juga Pihak Polhut.

Komentar muncul dari Aktivis senior di Wongsorejo, Eko wijiono selaku ketua Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB) yang mengatakan, “Kejanggalan itu terlihat saat pemeriksaan dilakukan selama 8 hari oleh Polsek Wongsorejo, setelah acara pengamanan dan penyitaan kayu jati tersebut.

“Dimana dari 8 RPH dibawah naungan KPH Banyuwangi utara tidak merasa kehilangan kayu jati dan tidak membuat laporan polisi terkait kehilangan barangnya, anehnya lagi pihak Polsek Wongsorejo tetap bersikukuh mempertahankan kayu jati tersebut dimana pihak pemilik kayu sudah menunjukan surat-surat, saksi, hingga cek tunggak dilapangan, selain itu polsek sendiri pun tidak bisa membuktikan unsurnya yakni 2 alat bukti cukup terkait dugaan illegal logging tersebut,”tegasnya

Eko menambahkan, ini sudah jelas menyalahi ketentuan KUHAP dan juga Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 6 tahun 2019 tentang proses penyidikan, selain itu kepemilikan kayu jati milik Hariyono itupun juga dikuatkan dengan beberapa fakta dan keterangan dari Jiono selaku Danru Polhutmob dan 2 asper perhutani RPH Banyuwangi utara wilayah wongsorejo Edi mul dan juga wilayah Bajulmati Supani selaku pemilik barang, karena ini masuk kategori leg spesialis,” Tutupnya saat ditemui di hotel kokon, sabtu 1/8. (hrs/iriek).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here