Aktivis Bondowoso Soroti Penataan PKL Di Pamekasan

0
615

Pamekasan, Independennews.com_, Penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pamekasan. aktivis Bondowoso Junaidi usai melakukan perjalanan mengunjungi sejumlah tempat pariwisata pada empat kota di Pulau Madura seperti Kota Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
Aktivis Bondowoso ini, Junaidi saat ditemui independennews.Com , Minggu (7/5/17) di Pemekasan menyatakan empat kota yang dikunjunginya yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, dari perjalanan ke empat kota itu, Junedi banyak menyoroti sejumlah persoalan seperti tempat pariwisata, budaya dan masalah penataan PKL, yang mana saat ini gencar-gencarnya dilakukan penggusuran PKL tanpa relokasi yang jelas dan strategis.
Menurut Junaidi bahwa penataan Pedagang Kaki Lima jauh berbeda dengan di daerahnya, hal tersebut muncul setelah mendapatkan banyak penjelasan dari Luthfiadi Aktivis Pamekasan.

“sangat miris sekali ketika melihat PKL di Pemekasan yang di gusur tidak mendapatkan perlakuan yang adil.”katanya
Junaidi mencontohkan di Bondowoso ada namanya Pujasera , yang mana di dalamnya terdapat banyak Pedagang Kaki Lima dan losnya berbentuk U, Jadi penataan dari segi parkir tidak amburadul,” tegas Jhun kepada wartawan Independennews.com
“Penataannya betul-betul rapi sehingga terkesan enak dipandang, dan tidak ada oknum yang bermain di dalamnya, karena yang mengelola adalah Dinas Koperasi. Pengelolaan Pujasera dengan baik di Bondowoso harus bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan dalam pengelolaan dan penataan pasar di Pemekasan, “Kata Jun sembari mengajak Lutfhi study banding ke Bondowoso.

Kata Jun, Pedagang Kaki Lima jika dilihat dari sudut pandang positifnya dapat mengurangi pengangguran dan mengurangi masyarakat Pamekasan untuk bekerja keluar daerah. Pengembangan usaha PKL, menurutnya dapat membuka lapangan pekerjaan.

“dengan begitu masyarakat Madura tidak lagi harus mencari pekerjaan ke Malaysia dan Arab Saudi serta ke negara lainnya.

“Saya berharap pemerintah kabupaten pemekasan memfasilitasi atau menata dengan baik para PKL agar bisa menjalankan usahanya dengan baik Tidak seperti saat ini, para pedagang harus menutup usahanya saat turun hujan.

Junaidi menambahkan bahwa Keberadaan PKL mestinya disyukuri dan disupport masyarakat untuk giat bekerja meskipun membuka usaha seperti PKL, karena ini akan mengurangi pengangguran dan mengurangi niat masyarakat untuk jadi TKI.”katanya (Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here