IndependenNews.com, Taput | Empat unit Ruangan Kelas, SMK Negeri 1 Pagarbatu Kec.Sipoholon Kab.Tapanuli Utara (Taput) tidak lagi digunakan. Hal itu disebabkan sejumlah titik ruangan kelas gedung sekolah mengalami kerusakan parah akibat gempa yang terjadi bulan oktober lalu.
Demikian disampaikan Kepala Sekolah Josafat Pasaribu, pada Rabu (39/11/2022), kepada awak media independenNews com.
Dikatan Josafat, ruang kelas tidak digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar, untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan saat Proses Belajar Mengajar( PBM), maka siswa-siswi dipindahkan ke ruangan yang lain.
“Sedikitnya ada 4 ruangan kelas yang kami khawatirkan untuk digunakan proses belajar mengajar,” kata Josafat.
Sementara untuk tetap melanjutkan PBM, kata Josafat, siswa dari empat ruangan itu di gabung jadi satu kelas, sebahagian siswa terpaksa belajar di ruangan lain seperti ruang praktek.
“Selain ke-4 ruangan kelas yang mengalami kerusakan parah, gedung perpustakaan juga mengalami kerusakan akibat gempa 6.0 SR yang terjadi di Taput awal oktober lalu.”jelas Yosafat Pasaribu.
Lanjut Yosafat mengatakan, kondisi tersebut sudah dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Sumut (Provsu) serta ke Kementerian. Bahkan dilengkapi dengan estimasi biaya yang akan digunakan untuk memperbaiki ruangan tersebut.
Namun sesuai dengan jawaban yang diterima Josafat dari Provsu maupun dari Kementerian, kemungkinan perbaikan ruangan yang mengalami kerusakan tidak dapat dilakukan pada 2023.
Kendati demikian, Josafat terus berusaha agar gedung yang mengalami kerusakan akibat gempa bisa segera direhabilitasi dengan mengharapkan CSR dari perusahaan yang ada di kab.Taput Seperti Toba Pulp Lestari(TPL)
Disamping itu, mengingat pada tahun 2023 akan ada penerimaan murid baru,sehingga perbaikan gedung harus segera dilakukan.
“Kalau dari Pemerintah tidak ada lagi yang diharapkan, sekarang usahalah kita buat. Mana tahu bisa dapat CSR dari perusahaan”pungkas Josafat
(Maju Simanungkalit)