Ada Kecenderungan Warga Taput Lebih Memilih JTP jadi Bupati, Ini Alasannya

Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat

IndependenNews.com | Taput – Sejumlah nama telah mendaftar diri keberbagai partai sebagai bakal calon (Bacalon) Bupati Taput Periode 2024–2019, salah satunya Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat atau akrab disapa JTP pernah kalah dalam perhelatan Pilkada 2018 dan kini Ia terpilih anggota DPRD Provinsi Sumut.

Kemudian Satika Simamora yang tidak lain merupakan istri mantan Bupati Taput Nikson Nababan periode 2014-2024. Ada juga Jonner Simatupang, merupakan pendatang baru dalam perhelatan Pilkada Taput.

Ditambah Chrismanto Lumban Tobing, merupakan anak mantan Bupati Taput Torang Lumban Tobing periode 2004–2014. Juga kalah di Pilkada 2018 serta beberapa nama lainnya yang telah mendaftarkan diri ke Partai

Dari sejumlah nama tadi, nama JTP masih tetap melekat dihati pendukungnya walau sudah lima tahun berlalu. Itu terbukti JTP kembali bisa terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2024-2029.

Pencapaian JTP, dua kali menang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) ditambah dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Menambah imun baginya untuk mengikuti Kontestasi Pilkada Taput 2024 ini

“Untuk kali ini sebaiknya Bupati Taput berasal dari kalangan atau pernah dilingkaran Birokrasi Pemerintah,”ujar AN seorang ASN

Dibandingkan usahawan dikatakan AN,seorang Birokrasi ketika menjadi Pemimpin Daerah akan lebih mengerti bagaimana kehidupan sebenarnya seorang ASN. Sehingga rutinitas pekerjaan sebagai ASN tidak menjadi beban,namun selalu selaras dengan program yang direncanakan Bupati.

Artinya seorang Bupati bukan merupakan ancaman bagi kedudukan jabatan seorang ASN hanya karena mendengar bisikan orang dekat

Dan untuk kali ini AN dengan yakin mengungkapkan JTP sangat layak untuk memimpin Taput kedepan

“Sebagai ASN, kami tidak diperbolehkan berpolitik kami harus netral. Namun kalau diminta pendapat maka saya yakin JTP sangat layak menjadi Bupati Taput,”ujar AN.

Senada dengan AN, beberapa Kepala Desa (Kades) juga menyebutkan keinginan mereka akan kriteria seorang Kepala Daerah yang akan memimpin Taput.

Dinginkan kedepan, Kades atau Desa tidak lagi hanya tempat titipin bagi kepentingan dari Kepala Daerah. Akan tetapi harus komando maraton dari kabupaten dalam program pembangunan.

Dicontohkan, banyak program pembangunan dari Kabupaten terutama fisik tidak terkoordinasi dengan desa. Terputus di perusahaan pelaksana pekerjaan, artinya pihak rekanan datang diam dan pulang diam. Akan tetapi ketika ada masalah, menjadi tanggung jawab Desa.

Hal lain yang diutarakan dalam hal pengelolaan penggunaan anggaran Desa, sebaiknya kepala Desa diberi kewenangan penuh dengan pengawasan yang ketat dari instansi terkait

“Agar Bupati yang akan datang bisa lebih memberi kewenangan Kepala Desa dalam pengelolaan penggunaan anggaran desa” ujar kades tersebut yang enggan namanya disebut.

Disinggung mengenai pilihan Bupati Taput nantinya, Kendati tidak secara lugas terucap, namun gambaran gestur tubuh menghunjuk JTP menjadi pilihan yang sangat layak memimpin Taput.

Ditempat lain, PL wiraswasta dari kalangan kontraktor mengatakan agar kedepan Bupati lebih mengedepankan kontraktor yang ada di daerah untuk mengerjakan proyek proyek pembangunan.

“Kedepan Bupati Taput harus lebih memperhatikan potensi potensi yang ada di Kabupaten ini,”ujar PL

Dan secara tegas PL menyakini JTP mampu mengakomodasi keinginan warga Taput.

“Hanya JTP yang layak memimpin dan membangun Taput,” tegas PL
(Maju Simanungkalit)

You might also like