Independennews.com | Agam – Universitas Negeri Padang (UNP), melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), tahun ini menerapkan kebijakan pelaksanaan pengabdian berbasis program studi. Salah satu yang melaksanakannya adalah Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial (FIS).
Prodi PPKn FIS UNP menggelar dua program pengabdian, salah satunya bertajuk “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Perangkat Nagari dan Tokoh Masyarakat Berbasis Civic Engagement dalam Mewujudkan Ketahanan Sosial Nagari”, yang dilaksanakan pada 3–5 Juli 2025 di Nagari Lambah, Kabupaten Agam.
Kegiatan ini dikaitkan langsung dengan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG’s 1 (tanpa kemiskinan), SDG’s 3 (kehidupan sehat), SDG’s 5 (kesetaraan gender), SDG’s 10 (mengurangi kesenjangan), SDG’s 16 (perdamaian dan keadilan), serta SDG’s 17 (kemitraan).
Wakil Dekan I FIS UNP, Dr. Hasul, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Nagari Lambah dan berharap kolaborasi ini dapat diperkuat demi mewujudkan kampus berdampak nyata.
Pihak Nagari Lambah, yang diwakili oleh sekretaris nagari, menyambut positif program ini dan menyatakan kesiapan untuk menjadi nagari binaan UNP.
Selama kegiatan, disampaikan lima materi utama:
Ketahanan Sosial Nagari
Kepemimpinan dan Implikasinya terhadap Ketahanan Sosial
Peran Lembaga Adat dalam Mediasi Konflik
Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak
Koperasi Merah Putih sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi
Narasumber kegiatan di antaranya:
Prof. Dr. Suryanef, M.Si., Dekan FPK UNP, menekankan ketahanan sosial sebagai investasi masa depan nagari.
Prof. Dr. Al Rafni, M.Si. memaparkan pentingnya kepemimpinan partisipatif dalam membangun ketahanan sosial.
Dr. Susi Fitria Dewi, S.Sos., M.Si., Ph.D. menjelaskan peran lembaga adat dalam penyelesaian konflik serta falsafah tanah ulayat Minangkabau.
Dr. Fatmariza H., M.Hum., Ketua Satgas PPKS UNP, menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dalam menekan kasus kekerasan berbasis gender.
Dr. Hasrul, M.Si. membahas Koperasi Merah Putih sebagai solusi ekonomi berbasis potensi lokal dan semangat gotong royong.
Sebanyak 30 peserta dari Nagari Lambah dan Nagari Panampuang yang terdiri dari wali nagari, perangkat pemerintahan, tokoh masyarakat, bundo kanduang, dan parik paga nagari mengikuti kegiatan ini. Diskusi berjalan dinamis dan mendapat antusias tinggi dari peserta.
Kegiatan ini diyakini telah mencapai sasaran, dengan mendorong dialog terbuka dan penguatan kapasitas dalam membangun nagari yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. (Dioni)