Prestasi Siswa SMAN 10 Medan Tembus PTN, Bukti Kedekatan Guru dan Siswa

Siswa-siswi SMAN 10 tengah mengikuti pelajaran praktik olahraga. (Foto : Wardiksu)

Independennews.com | Medan – SMAN 10 Medan yang berlokasi di Jalan Tilak No.108, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berprestasi melalui kedekatan emosional antara guru dan siswa.

SMA Negeri 10 tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif membina potensi siswa di bidang olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Saat mengunjungi SMAN 10 Medan pada Jumat (9/5), Tim Wartawan Pendidikan Sumatera Utara (Wardiksu) disambut hangat oleh Wakil Kepala Sekolah, Adi Nasution dan guru Matematika, Sianipar.

Dalam suasana penuh keakraban, tim menyaksikan para siswa bermain bulu tangkis dan tenis meja di dalam ruangan sekolah.

Meskipun memiliki keterbatasan sarana olahraga luar ruangan karena berada di tengah permukiman, semangat berprestasi siswa tetap menyala.

Wakil Kepala Sekolah Adi Nasution mengungkapkan bahwa tahun ini sebanyak 36 siswa SMAN 10 Medan berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi.

Di antaranya, Theresia April Iyani Sitorus yang sukses meraih juara lomba lari dan diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), serta Lailatus Seifa, atlet karate Sumut yang diterima di PKO Unimed.

Sementara Suci Anissa diterima di jurusan Ilmu Komputer Unimed.

“Memang siswa yang diterima di PTN luar provinsi tidak banyak karena faktor ekonomi. Rata-rata siswa berasal dari keluarga menengah ke bawah,” jelas Adi yang sudah mengajar selama 16 tahun di SMAN 10 Medan.

Namun keterbatasan fasilitas tak menjadi penghalang. Adi menekankan bahwa bidang olahraga tidak boleh vakum.

Pihak sekolah tetap mendukung latihan siswa, bahkan memberikan dispensasi waktu masuk bagi yang berlatih pagi hari.

Salah satu kekuatan SMAN 10 Medan adalah hubungan erat antara guru dan siswa.

“Kami menjaga kedekatan emosional dengan siswa. Jika ada masalah, kami bisa segera menanganinya. Ini yang membuat sekolah kami bebas dari tawuran,” tegas Adi.

Tak hanya soal akademik dan ekstrakurikuler, siswa SMAN 10 Medan juga menunjukkan kemandirian luar biasa.

Banyak dari mereka bekerja sepulang sekolah untuk membantu ekonomi keluarga. Adib, Ketua Kelas X E5, bekerja di bengkel sepulang sekolah.

“Saya tabung hasil kerja lalu bantu orang tua untuk kebutuhan sekolah,” ujar Adib.

Sementara Ibnu, teman sekelasnya, mengisi waktu luang dengan mengedit video untuk konten kreator.

“Kami manfaatkan waktu untuk hal positif. Tawuran? Tidak tertarik. Lebih baik kami berolahraga atau ikut ekskul seperti menari dan paskibra,” kata mereka kompak.

Guru Matematika Sianipar membenarkan hal tersebut.

“Ada beberapa siswa yang bekerja setelah sekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas. Tapi semangat belajar mereka tetap tinggi,” katanya.

Dengan segala keterbatasan, SMAN 10 Medan berhasil menunjukkan bahwa semangat, kedekatan guru-siswa, dan dukungan lingkungan sekolah menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan. (*)

You might also like