Tampung Aspirasi Guru, Pantur Banjarnahor Gelar Reses di SMAN 1 Baktiraja

IndependenNews.com – Humbahas | Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Pantur Banjarnahor memanfaatkan masa reses dengan melakukan kunjungan kerja perseorangan ke SMA Negeri 1 Baktiraja, yang berada di Desa Sinambela, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (8/3/2025).

Reses dilakukan guna menampung aspirasi dari tenaga pendidik dan siswa di sekolah tersebut.

Amatan wartawan, kunjungan Pantur Banjarnahor yang dikemas dalam acara silaturahmi dan serap aspirasi itu, diikuti ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Baktiraja, para guru, tokoh pendidikan setempat.


Hadir juga pada acara reses ini di antaranya Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Humbahas Dina Simamora, Kepala SMA Negeri 1 Baktiraja Dame Herlina Siregar, Kepala UPT SMP Negeri 007 Sinambela Royda Togatorop, sejumlah Kepala Sekolah dari tingkat SD, Kepada Desa Sinambela Henri Sinambela, dan sejumlah orang tua siswa.

Pantur mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat kepala sekolah, dewan guru dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Baktiraja, serta berharap anak-anak didik mampu mengembangkan kemampuan dan potensi agar bisa menjadi lebih unggul.

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) dari Komisi E DPRD Provinsi Sumatera ini juga memotivasi para siswa dan siswi agar memiliki mental petarung sehingga memiliki tekad yang kuat untuk sukses, khususnya menghadapi ujian kelulusan nantinya.

“Pentingnya pendidikan karakter agar kita bukan hanya unggul secara ilmu dan pengetahuan saja, tetapi juga memiliki disiplin dan adab serta tata krama,” tuturnya.

Ia memaparkan bahwa, pendidikan dan sekolah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia.

Dengan tidak adanya sekolah yang memiliki standar pendidikan yang baik dan sarana prasarana sekolah yang tidak memadai, membuat anak didik tidak fokus dalam menjalankan kegiatan belajar.

Kualitas pendidikan masyarakat Indonesia berpotensi jadi terganggu.

Pantur juga menyoroti kondisi bangunan SMA Negeri 1 Baktiraja dan UPT SMP 007 Sinambela yang dianggap masih banyak membutuhkan perhatian dalam sisi pembangunan.

“Ini tentunya kalau dibiarkan saja, kita khawatir hal ini menyulitkan guru dan siswa dalam mengembangkan ide-ide kreativitasnya,” katanya.

Mewakili SMA Negeri 1 Baktiraja, seorang guru yang bernama Gomgom Siregar dihadapan Pantur Banjarnahor, menyampaikan keluh kesah yang dihadapi sekolah itu.

Gomgom menyebut, hingga saat ini, sekolah tersebut belum memiliki alat sound system yang memadai untuk dipergunakan di sekolah itu. Selain itu, ia juga turut mengkritik pengaplikasian program PIP yang kerap tidak tepat sasaran.

Kartu KIP atau PIP untuk peserta didik, kata Gomgom, sering tersalurkan secara tidak tepat. Karena menurut dia, banyak peserta PIP tersebut tidak memiliki niat untuk kuliah. Sementara siswa berprestasi dengan animo kuliah yang tinggi justru tidak terbantu.

“Selain kami butuh bantuan untuk pengadaan sound system di sekolah ini, kami juga ingin ada beasiswa kuliah untuk siswa berprestasi. Karena selama ini kami lihat penyaluran PIP banyak yang tidak tepat sasaran”, ujar Gomgom.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 007 Sinambela Royda Togatorop, juga turut menyampaikan aspirasinya dalam kegiatan reses itu. Ia berharap, dengan adanya kunjungan Pantur ke Baktiraja, pembangunan pagar sekolah yang ia pimpin bisa diajukan ke pihak yang berwenang.

Karena selama ini, kata Royda, sekolah mereka kerap kehilangan perabotan sekolah. Tak hanya itu, pekarangan sekolah mereka juga terlalu mudah diakses hingga bangunan sekolah mereka sering dirusak orang tak dikenal.

“Posisi sekolah kami terletak di pinggir pantai, sehingga frekuensi pengunjung sangat tinggi ke sekitar kompleks sekolah kami. Karena tidak ada pagar pembatas sekolah dengan fasilitas publik lainnya, orang-orang jadi sangat bebas masuk ke pekarangan kami”, ungkap Royda.

Ia juga menyampaikan, bahwa pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya untuk membuat pagar sekolah dibangun, di antaranya mengirimkan proposal CSR ke PT BEL di Baktiraja. Namun rupanya, proposal mereka hingga saat ini belum mendapatkan respon dari perusahaan listrik tenaga air tersebut.

Pantur Banjarnahor yang mendengar seluruh aspirasi dari para tenaga pendidik tersebut langsung mencatat dan berjanji akan menggiringnya ke legislatif Provinsi Sumatera Utara.

Secara pribadi, Pantur juga menyumbangkan uang senilai Rp 7.500.000,- untuk membantu membeli peralatan sound system SMA Negeri 1 Baktiraja.

Selain itu, Pantur juga berjanji akan mencoba mengakomodasi keinginan sekolah UPT SMP Negeri 007 Sinambela untuk mendapatkan bantuan CSR dari PT BEL. Karena menurut dia, bantuan CSR adalah merupakan hak warga sekitar Baktiraja.

“Bahkan bila perlu, kita boleh demo secara damai ke perusahaan mereka. Bantuan CSR adalah hak kita”, tegas Pantur.

Sebelum meninggalkan lokasi reses, Pantur Banjarnahor menyumbangkan sejumlah peralatan olahraga berupa bola kaki dan bola voli ke SMA Negeri 1 Baktiraja. Selain itu, ia juga menyempatkan memberikan hadiah kepada 19 orang siswa berprestasi di sekolah itu. (Rachmat Tinton)

You might also like