IndependenNews.com | Taput–Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) 2 Siatas Barita, Kec.Siatas Barita,Kab.Tapanuli Utara(Taput), Sumut disoroti keluarga lembaga Monitoring Penegakan Hukum Indonesia(MPHI) wilayah Sumut.
Tembok dinding pagar sekolah yang punya murid sekitar 730 orang ini terlihat kumuh kurang perawatan, bahkan di sejumlah titik bangunan cat sudah terkelupas bahkan dinding bangunan pagar sudah berlumut.
Norris Hutapea aktivis MPHI kamis(20/2/2025) menyebutkan, Sekolah dengan Akreditasi A seperti SMK Negeri 2 Siatas Barita seharusnya ada keserasian ke-estetikaan dengan status yang disandang.
Akan tetapi dari segi perawatan tembok pagar pun sudah terpantau ada ke alpaan kepala sekolah dalam mengelola anggaran yang diplot dari Dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS).
Bahkan logo sekolah yang terbuat dari bangunan semenisasi tidak terawat dan sudah kelihatan ditumbuhi lumut lanjut Norris menjelaskan.
“Kitakan bisa lihat langsung kondisi tembok pagar yang sudah kumuh, logo sekolah yang tidak terawat bahkan sudah berlumut”
Menurut Norris perlu adanya evaluasi dari Gubernur terpilih kepada Ridwan Simatupang sebagai kepala sekolah, yang tidak mampu mengelola anggaran dana BOS sebagaimana mestinya.
Artinya dengan kinerja dari Ridwan Simatupang ini berpotensi mencederai visi misi peningkatan pendidikan yang dicetuskan oleh Bobby Nasution sebagai Gubernur terpilih.
Pantauan dilokasi Sekolah, tembok pagar terlihat kumuh juga logo sekolah yang terpantau sudah berlumut .
Sementara Ridwan Simatupang Kepala sekolah SMK Negeri 2 Siatas Barita yang ingin dikonfirmasi sekaitan hal diatas belum bisa ditemui dengan alasan masih sibuk sesuai pengakuan dari staf pegawai Sekolah.
(Maju Simanungkalit)