Mendekati Usia 90 Tahun, Kesehatan Penguasa Arab Saudi Raja Salman Menurun

Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud

IndependenNews.com | Arab Saudi – Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang kini berusia 88 tahun, dilaporkan mengalami infeksi paru-paru dan sedang menjalani beberapa tes medis.

Kantor berita AFP melaporkan pada Senin (7/10/2024) bahwa tim medis Kerajaan Saudi merekomendasikan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan sang raja.

Terlepas dari fakta bahwa tidak ada informasi tambahan tentang kondisi kesehatan Raja Salman saat ini, pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan kesehatannya tetap baik.

Spekulasi tentang stabilitas pemerintahan Arab Saudi kembali muncul sebagai akibat dari berita tentang kondisi kesehatan Raja Salman. Kerajaan jarang berbicara tentang kesehatannya sejak ia naik takhta pada tahun 2015.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Raja Salman telah dirawat untuk berbagai penyakit, termasuk infeksi paru-paru yang dia alami saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Raja Salman, yang kini mendekati usia 90 tahun, telah menghadapi berbagai masalah kesehatan.

Setelah dirawat di rumah sakit untuk beberapa tes medis, Pengadilan Kerajaan mengumumkan pada Mei 2024 bahwa Raja Salman dirawat dengan antibiotik. Pernyataan resmi menyatakan bahwa raja berhasil pulih, meskipun tidak ada informasi spesifik tentang alasan rawat inapnya.

Raja Salman sebelumnya juga dirawat di rumah sakit pada bulan yang sama untuk menjalani pemeriksaan rutin; namun, dilaporkan bahwa ia keluar dari rumah sakit pada hari yang sama setelah pemeriksaan selesai.

Hal ini menyebabkan spekulasi tentang kesejahteraan sang raja yang terus menjadi perhatian publik. Namun, kerajaan terus berusaha mengurangi kekhawatiran dan rumor tentang kesejahteraan sang raja.

Raja Salman dirawat di rumah sakit untuk menjalani kolonoskopi pada Mei 2022. Dia tinggal di sana selama lebih dari seminggu untuk menjalani pemeriksaan tambahan dan mendapatkan waktu istirahat yang diperlukan.

Pada kesempatan tersebut, pernyataan resmi kerajaan menyatakan bahwa pemeriksaan tersebut berhasil dan tidak menimbulkan masalah yang signifikan.

Sebelum ini, pada Maret 2022, ia juga menjalani perawatan untuk mengganti baterai alat pacu jantungnya; tindakan ini berhasil dan dilaporkan tidak menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut.

Selain itu, pada tahun 2020, Raja Salman juga menjalani operasi pengangkatan kantung empedu. Sang raja telah menghadapi banyak masalah kesehatan di usia lanjut, seperti yang ditunjukkan oleh berbagai prosedur medis yang dia jalani selama bertahun-tahun.

Sebaliknya, kerajaan terus berusaha menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Raja Salman baik-baik saja dan dia mampu melakukan tugas negara.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) menjadi semakin penting dalam memimpin kerajaan seiring usia Raja Salman dan masalah kesehatannya.

Sejak diangkat menjadi Putra Mahkota pada tahun 2017, MBS, yang kini berusia 39 tahun, telah menjalankan banyak tugas pemerintahan sehari-hari.

MBS diangkat menjadi perdana menteri oleh Raja Salman pada tahun 2022, yang memungkinkan pangeran untuk mengelola pemerintahan dengan baik.

MBS, sebagai pemimpin de facto, memainkan peran penting dalam menentukan kebijakan Arab Saudi baik di dalam maupun di luar negeri. Ia terkenal dengan Visi 2030, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dan mengurangi ketergantungannya pada minyak.

Selain itu, ia juga telah melakukan banyak perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan, seperti memungkinkan perempuan lebih banyak terlibat dalam kehidupan publik dan melonggarkan beberapa aturan sosial yang sangat ketat sebelumnya.

Meskipun demikian, kepemimpinan MBS juga menimbulkan kontroversi, terutama karena masalah hak asasi manusia dan kebijakan agresif di luar negeri.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa Raja Salman semakin berkuasa dan berpengaruh dalam pemerintahan Arab Saudi, terutama mengingat kondisi kesehatan ayahnya yang membatasi keterlibatannya dalam urusan pemerintahan.

Arab Saudi di bawah kepemimpinan gabungan Raja Salman dan MBS tetap stabil di tengah perubahan besar di Timur Tengah, meskipun kesehatan Raja Salman terus diperhatikan.

Kerajaan Saudi telah berusaha untuk menunjukkan bahwa, meskipun sang raja menghadapi masalah kesehatan, proses pemerintahan berjalan dengan lancar dan efisien.

Arab Saudi terus memainkan peran penting dalam kebijakan internasional, terutama dalam menangani konflik regional dan global. Dengan cadangan minyak terbesar di dunia, Arab Saudi memiliki pengaruh besar pada pasar energi internasional, dan keputusan kerajaan sering berdampak pada ekonomi global.

Namun, kekhawatiran tentang kesehatan Raja Salman serta spekulasi tentang pergantian kekuasaan tidak dapat diabaikan. Banyak orang berspekulasi bahwa Pangeran Mohammed bin Salman akan menggantikan ayahnya sebagai raja di masa depan, meskipun belum ada pernyataan resmi yang menyatakan rencana pengunduran diri Raja Salman.

Setiap kali Raja Salman menjalani perawatan medis yang intensif, spekulasi ini semakin menguat.

Daftar panjang masalah kesehatan yang telah dihadapi Raja Salman selama bertahun-tahun telah diperpanjang dengan berita terbaru bahwa dia saat ini sedang menjalani tes medis karena infeksi paru-paru.

Di bawah kepemimpinan gabungan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, bagaimanapun, Arab Saudi tetap stabil.

Selama Raja Salman tetap di atas takhta dan ketika MBS menggantikan posisinya, kepemimpinan Arab Saudi diharapkan tetap stabil dalam lingkungan politik dan ekonomi yang dinamis yang bergantung pada minyak.(Sumber : AFP)

You might also like