Janji Rampungkan Pasar Induk Jodoh Dalam 5 Hari, Ini Penjelasan Gustian Riau

Foto :: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam, Gustian Riau (red)

Independennews.com, Batam | Pembongkaran Pasar Induk Jodoh dijanjikan akan rampung dalam 5 (lima) hari kedepan terhitung sejak Kamis, 26 Agustus 2021 yang lalu.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam, Gustian Riau selaku penanggungjawab pembongkaran saat diwawancarai ketika memulai pembongkaran bangunan tua tersebut.

Namun, hingga saat ini Senin, (06/9/2021) di lokasi pembongkaran masih terlihat 4 (empat) bangunan tua yang masih berdiri kokoh serta 4 unit alat berat yang masih beroperasi di hari ke-12 sejak pembongkaran dimulai.

Menanggapi hal tersebut, Independennews.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kadisperindag kota Batam, Gustian Riau terkait janji yang dirinya sampaikan kurang lebih 2 (dua) pekan yang lalu.

Gustian mengatakan, 5 (lima) hari yang ia maksudkan pada waktu itu adalah masa clean and clear lokasi bangunan yang berkaitan dengan komponen jaringan listrik, jaringan air dan gardu di lokasi tersebut.

Terkait lama pembongkaran secara keseluruhan, Gustian mengatakan sudah menandatangani kontrak dengan pemborong selama 60 hari kalender, termasuk potongan 1 (satu) bulan keterlambatan.

“60 hari itu dihitung dari pembongkaran awal. Sementara masa 5 hari itu clean and clear nya. Karena disitu ada jaringan listrik, jaringan air, gardu, yang memang tidak terlepas dari semua area di lokasi itu,” tutur Gustian ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (06/9/2021).

Lanjut kata Gustian, terkait 4 (empat) bangunan tua yang masih berdiri kokoh akan rampung dalam kurun waktu 60 hari ke depan. Sementara untuk Minggu ini akan dilakukan pemotongan (breaker) dinding terlebih dahulu.

“Keempat bangunan itu memang sengaja kita tinggalkan dulu, karena konstruksi bangunannya lebih tebal dan besinya juga besar. Jadi kalau kita robohkan, takutnya akan menimpa alat yang dikerahkan dan menciderai pekerja,” sambungnya.

Namum kata Gustian, pihaknya sudah rapat dengan pihak pemborong agar secepatnya merampungkan pembongkaran untuk segera dapat dilanjutkan ke tahapan pengajuan dana pembangunan Pasar Induk tahun depan.

“Kemaren kami sudah rapat dengan pemborong dan konsultan bahwa pelaksanaan (perobohan) itu, selain Beko yang beroperasi, terdapat juga tim yang ikut serta secara manual merobohkan dari dalam gedung. Dan secepatnya kami juga akan mengajukan dana terkait pembiayaan pembangunan pasar kepada pusat,” tutupnya. (SOP)

You might also like