Perkimtan Kota Batam Diduga Gelontorkan Dana Ratusan Hingga Miliaran Rupiah Percantik Pertokoan Milik Develover

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM –Belum diketahui secara pasti, hal apa yang menjadi kaharusan yang mendesak (Urgensi), dari pembangunan proyek Pemko Batam melalui Dinas Perumahan Permukiman dan Pertamanan untuk mempercantik kawasan komplek pertokoan milik Depelover Cemara Asri.

Dilokasi Komplek pertokoan Milik Depelover Cemara Asri yang beralamat di RT 10 RW 10, Kelurahan Tembesi, Sagulung terlihat ada dua item pembangunan yang diduga didanai melalui APBD Kota Batam.

Tidak tanggung-tanggung, kedua item bangunan yang baru selesai dikerjakan tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Dari informasi yang didapat wartawan dilapangan, proyek pembangunan tersebut dikerjakan melalui proses Penunjukan Langsung (PL) dan juga melalui proses lelang proyek.

Terlihat dari papan informasi, salah satu proyek PL menghabiskan anggaran sebesar, Rp. 346.103.702,90 (Tiga ratus empat puluh enam juta seratus tiga ribu tujuh ratus dua koma sembilan puluh rupiah). Nomor Kontrak: 02/KONTRAK/TMN-PPTK/PERKIM/X/2019. Masa pelaksanaan: 60 HARI KALENDER. Yang dikerjakan Kontraktor Pelaksana : Samputra Indah Herbang Jaya. Konsultan Pengawas : CV. Mega Talenta.

Sedangkan untuk proyek pembangunan tugu sampan yang persis berada disebelah proyek penataan taman, wartawan tidak menemukan papan informasi mengenai proyek tersebut. Namun berdasarkan perkiraan, proyek tugu sampan tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran yang jauh lebih besar dibanding proyek penataan taman disebelahnya.

Untuk mendapat informasi lanjutan, wartawan media ini berulang kali menghubungi Agung Sekertaris Dinas Perkimtan Kota Batam melalui pesan, namun Agung tidak memberi sedikitpun respon terkait hal ini.

Dengan tidak adanya respon dari Agung Sekdis Perkimtan Kota Batam. Wartawan mencoba menghubungi Eryudhi Apriadi, Kadis Perkimtan Kota Batam, Senin 30/12/2019.

Namun sangat disayangkan, sama halnya dengan Agung, Kepala Dinas Perkimtan, Eryudhi Apriadi juga memilih bungkam dengan tidak sedikitpun memberikan keterangan.

Dengan diamnya Agung Sekdis Perkimtan dan juga Erydhi Apriadi Kadis Perkimtan Kota Batam. Semakin munguatkan adanya dugaan yang tidak beres dengan kedua proyek tersebut.

Apalagi mengingat di Kota Batam, masih banyak daerah kumuh yang lebih membutuhkan pembangunan infrastruktur, dibanding sekedar mempercantik kawasan komplek pertokoan milik Depelover yang menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

Terkait kejanggalan dari pembangunan kedua proyek tersebut, sampai berita ini dipublikasi belum ada pihak atau instansi lainnya yang berhasil dimintai keterangan. (Ls)

You might also like