Menanggapi Putusan Tio Pakusadewo, Mestinya dihukum Rehab

0
493

Dr Anang Iskandar,SIK, SH. MH ( Dosen FH Tri Sakti )

Independennews.com,  Menurut UU Narkotika dihukum rehabilitasi sama dengan dihukum penjara. Penyalahgunaan narkotika untuk diri sendiri harus dibedakan dengan pengedar narkotika. Pengedar diancam dengan hukuman berat sedangkan penyalahgunaan untuk diri sendiri diancam hukuman ringan dan itu dijamin UU untuk direhabilitasi dalam pasal tujuan dibuatnya UU Narkotika .

Ini kekhususan UU narkotika. Sehingga selama proses penegakan hukum terdakwa di tempatkan lembaga rehabilitasi , artinya selama proses penyidikan, penuntutan dan peradilan tidak memenuhi sarat ditahan , tidak boleh dilepas begitu saja melainkan ditempatkan direhabilitasi. Ini jaminan UU Narkotika lho!

Pada proses pengadilan hakim diberi kewenangan tambahan dapat memvonis hukuman rehabilitasi yang bersifat wajib terhadap penyalah guna dan dalam keadaan ketergantungan narkotika yang disebut pecandu baik terbukti salah atau tidak terbukti salah ( pasal 103 UU Narkotika )

Prinsip menurut UU narkotika hakim wajib menghukum rehabilitasi terhadap penyalah guna apalagi penyalah guna yang sudah dalam keadaan kecanduan narkotika tidak saja kepada Tio Pakusadewo tapi juga kepada penyalahguna diseluruh Indonesia

Apalagi UU Narkotika pasal 103 ayat 2 di nyatakan secara jelas dipenjara itu sama dengan dihukum rehabilitasi khusus bagi penyalah guna narkotika

Pilih mana berdasarkan UU Narkotika atau UU GBK (Gregetan Biar Kapok)

(Red/ Hendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here