SPPG Dwikora Medan Helvetia Hentikan Sementara Layanan MBG Selama Dua Minggu

Mobil distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dwikora Medan Helvetia Badan Gizi Nasional. (Ilustrasi)

Independennews.com | Medan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dwikora Medan Helvetia resmi menghentikan sementara operasional layanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak kepada ribuan siswa di sejumlah sekolah di wilayah Medan Helvetia.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak, Sabtu,  25 April 2026 dan direncanakan berlangsung selama dua minggu ke depan.

Awalnya, kabar penghentian layanan diterima orang tua siswa salah satu sekolah di Medan Helvetia melalui grup WhatsApp yang disampaikan pihak sekolah.

“Iya bang, kami menerima pesan dari pihak sekolah bahwa layanan MBG dihentikan untuk sementara sampai dua Minggu ke depan” ungkapnya kepada independennews.com, Selasa, (28/4/2026).

Selain itu, orang tua siswa lainnya juga mengaku terkejut dengan keputusan tersebut karena tidak ada pemberitahuan jauh hari sebelumnya.

“Kami cukup kaget karena biasanya anak kami sangat terbantu dengan program ini. Harapannya, layanan bisa segera kembali normal,” ungkap seorang wali murid SD bermarga Manurung.

Sementara itu, kebijakan diambil setelah pihak SPPG melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Di antaranya, Kepala Sub Bagian Umum dan Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Sumatera, serta Koordinator Wilayah BGN Kota Medan.

Dalam pesan itu, pihak SPPG menjelaskan bahwa penghentian ini dipicu oleh kendala administrasi keuangan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Akibatnya, layanan MBG terpaksa dihentikan sementara waktu yang berdampak pada ribuan siswa penerima program.

Selanjutnya, pihak SPPG meminta sekolah segera menyampaikan informasi ini kepada orang tua siswa.

“Layanan dihentikan sementara selama dua minggu ke depan,” tulis Kepala SPPG.

Di sisi lain, pihak SPPG memastikan bahwa proses penyelesaian kendala administrasi sedang diupayakan.

Sementara itu, penghentian layanan ini berdampak langsung pada distribusi makanan bergizi kepada siswa di sekolah-sekolah wilayah Medan Helvetia yang sebelumnya menjadi penerima program.

Selain itu, pihak SPPG juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Setelah itu, pihak SPPG mengharapkan dukungan dari berbagai pihak membantu percepatan penyelesaian masalah tersebut.

“Permasalahan ini sedang ditangani dan akan segera diselesaikan,” tulis kepala SPPG dalam pesannya.

Saat dikonfirmasi, kepala SPPG Dwikora Medan Helvetia, Bayu Pratama Tarigan, membenarkan penghentian pelayanan tersebut.

“Betul pak, ada masalah teknis operasional saja. Mohon maaf ya kami akan evaluasi,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, Bayu belum merinci jenis kendala teknis yang dimaksud.

Ke depan, layanan diharapkan dapat kembali berjalan normal setelah seluruh kendala administratif terselesaikan. (tbs)

You might also like