Bacok Korban Hingga Telinga Terputus, Usus Nyaris Terburai, Siapa Sosok Pelaku Penganiayaan di Tarabintang?

IndependenNews.com – Humbahas | Insiden tragis baru saja menimpa Sarlen Hasugian (37), warga Dusun Nahaporsik, Desa Marpadan, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Pada Kamis (1/1/2026), tepatnya di permulaan Tahun 2026, ia diduga dianiaya secara membabi buta oleh tetangganya sendiri, yakni Hasanuddin Sihotang (45).

Peristiwa tragis itu terjadi tak jauh dari lokasi perkampungan Nahaporsik. Jarak lokasi kejadian hanya berkisar sekitar 1 km.

Kades Marpadan Wansitor Sihotang, Rabu (7/1/2026), mengatakan bahwa kondisi korban saat ini masih dirawat secara intensif di RS Efarina Pematang Siantar.

“Masih dalam perawatan. Sebelumnya dia dirawat di ruang gawat darurat, tapi infonya sekarang dia sudah berada di ruang rawat inap”, ungkap Wansitor via sambungan telepon.

Sebelumnya, Wansitor menerangkan, kondisi korban pasca kejadian sangat mengenaskan. Di sekujur tubuh terdapat luka bacokan benda tajam.

Kondisi korban sangat kritis. Ia mengalami luka serius pada bagian telinga hingga terputus, luka robek menganga di bagian perut hingga usus terlihat, serta luka berat di kepala yang diduga akibat sabetan benda tajam yang digunakan oleh pelaku.

Ironisnya, peristiwa tragis itu diduga hanya karena persoalan sepele.

Wansitor menerangkan, dalam beberapa hari terakhir, Hasanuddin kerap mengeluhkan hilangnya telur ayam dari perladangan miliknya.

Karena Sarlen kerap melintas dari lokasi perladangan tersebut, Haaanuddin menuduh bahwa ia adalah otak dibalik hilangnya telur-telur ayamnya tersebut.

Kamis (1/1/2026), Hasanuddin kembali merasa kehilangan telur ayam dan bergegas menghampiri Sarlen ke ladangnya, karena dari awal ia sudah dicurigai.

Cerita Wansitor, di ladang durian tersebut, Hasanuddin tanpa mengkonfirmasi kebenaran dugaan kecurigaannya langsung menghujani tubuh Sarlen dengan sejumlah bacokan senjata tajam.

Korban sendiri diinformasikan sedang dalam kondisi tertidur kala menerima bacokan benda tajam secara membabi buta.

Setelah puas melakukan aksinya, pelaku kemudian melarikan diri.

“Dan sampai saat ini, ia masih dalam pencarian polisi dan masyarakat”, ucap Wansitor.

Lalu siapa sebenarnya sosok Hasanuddin Sihotang?

Menurut keterangan dari Kades Marpadan Wansitor Sihotang, Hasanuddin merupakan adalah tetangga dari korban sendiri. Ia diketahui baru tiga bulan pindah ke Dusun Nahaporsik setelah sebelumnya tinggal di Kota Medan.

Hasanuddin diketahui sudah menikah dan memiliki anak. Namun, dari informasi Wansitor, ia sudah lumayan lama berpisah ranjang dari istrinya.

Dan paling mencengangkan, Hasanuddin yang berusia sekitar 47 tahun itu adalah merupakan seorang anggota polisi.

“Hanya saja, saya ga tahu, apa dia sudah dipecat atau tidak. Sebelumnya dia bertugas di Polrestabes Medan”, lanjut Wansitor.

Hasanuddin kata dia, sudah beberapa bulan tinggal di Desa Marpadan. Kesehariannya, ia memelihara ayam di perladangannya.

“Selain itu, ia juga saya lihat suka menangkap burung”, tambahnya.

Wansitor melanjutkan, Hasanuddin yang diduga kuat pelaku tunggal penganiayaan berat terhadap Sarlen, hingga kini masih menghilang.

Polisi dan masyarakat setempat hingga saat ini masih terus melakukan proses pencarian.

Sementara, Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty melalui Kasi Humas Bripka Jafaruddin Simanjuntak mengatakan, bahwa status Hasanuddin sebagai anggota polisi atau tidak hingga kini belum ada kejelasan.

“Belum ada informasi resmi yang kita terima, baik dari Unit Reskrim Polres Humbahas maupun dari Polda Sumut”, terang Jafaruddin. (Rachmat Tinton)

You might also like