Independennews.com | Taput — Masyarakat petani Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, berharap pemerintah segera memulihkan areal persawahan dan ladang mereka yang rusak akibat tertimbun pasir imbas bencana banjir.
Persawahan dan ladang di kawasan Pancur Dolok, Desa Simanungkalit, tertimbun material pasir dan lumpur setinggi sekitar satu meter setelah tanggul Sungai Aek Sian Durian jebol. Luapan air yang datang dari perbukitan tersebut menghantam area pertanian dan merusak sedikitnya sekitar 20 hektare lahan sawah dan ladang milik warga.
Gomgom Hutauruk bersama Ungkap Situmeang menceritakan, derasnya aliran sungai membawa pasir dan lumpur hingga menutupi seluruh areal persawahan mereka. Luas lahan yang terdampak milik Gomgom sendiri hampir mencapai satu hektare.
Akibat kejadian tersebut, berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah, jagung, serta kacang tanah yang baru berusia sekitar satu bulan rusak total karena tertimbun pasir. Selain itu, benih padi yang rencananya akan disemai pada akhir Desember juga ikut tertutup material lumpur.
“Beginilah kondisi lahan kami. Cabai, bawang merah, dan benih padi semuanya sudah tertimbun pasir dan lumpur. Padahal itu yang kami harapkan untuk panen di akhir tahun ini,” ujar Gomgom sambil menunjukkan hamparan sawah yang kini tak lagi bisa diolah.
Also Read:
Gomgom mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Di kawasan persawahan tersebut, terdapat sekitar 20 petani lain yang bernasib sama dan terpaksa gigit jari karena lahan mereka tidak dapat ditanami kembali.
Para petani sempat berupaya memperbaiki tanggul sungai yang jebol secara swadaya dengan menimbun pasir ke dalam karung plastik. Namun upaya tersebut terpaksa dihentikan karena hujan masih kerap turun dan dikhawatirkan tanggul kembali jebol.
Saat ini, Gomgom Hutauruk bersama Ungkap Situmeang dan para petani lainnya berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material pasir, sekaligus membangun kembali tanggul Sungai Aek Sian Durian secara permanen agar kejadian serupa tidak terulang.
(Maju Simanungkalit)