Ripto Anwar Mengaku Terjebak oleh Oknum Wartawan Saat Investigasi Pengurugan Pembangunan Pabrik di Ampelgading

Independennews.com | Pemalang — Aktivis senior Pemalang, Ripto Anwar, mengaku merasa terjebak saat menindaklanjuti informasi terkait proyek pengurugan pembangunan pabrik pakan ternak di Kecamatan Ampelgading. Proyek tersebut ramai diberitakan karena diduga belum mengantongi sejumlah izin teknis, termasuk persetujuan andalalin.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 2 Desember 2025, setelah ia menerima laporan dari masyarakat. Ripto mengaku diajak oleh seorang rekannya yang juga merupakan oknum wartawan untuk meninjau lokasi kegiatan tersebut.

“Saya terjebak dengan pemberitaan yang ada. Kemarin itu saya diundang sahabat saya atas nama Zaenudin, makanya saya datang,” ujar Ripto Anwar melalui pesan singkat, Selasa (2/12/2025).


Ripto menegaskan dirinya tidak masuk ke area proyek, melainkan hanya berada di pinggir jalan. Namun di lokasi, ia kemudian diminta oleh seseorang bernama Slamet—yang disebut sebagai wartawan—untuk memberikan wawancara.

“Saya tidak masuk ke lokasi proyek, hanya di pinggir jalan dan tidak melihat ke dalam. Pada saat yang sama saya diajak Slamet (wartawan) untuk wawancara sesuai arahannya,” jelas Ripto.


Ia mengakui sebelumnya tidak mengetahui adanya polemik besar terkait proyek tersebut. Karena itu, untuk memastikan kebenaran terkait perizinan, Ripto menyatakan akan segera berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang berwenang.

“Hari ini saya baru akan menanyakan ke instansi terkait tentang administrasi perusahaan yang akan membangun pabrik pakan ternak itu. Kita mulai dari Dishub terkait Andalalin,” tegasnya.


(Laporan: Mas All)

You might also like