Viral! Warganet Mengaku Kena Prank Job Fair 2025, Disnakertrans Pemalang Minta Hapus Postingan di Media Sosial

Independennews.com | Pemalang – Pelaksanaan Job Fair Kabupaten Pemalang yang digelar pada 27-28 Mei 2025 menuai kritik tajam dari sejumlah peserta. Kritik itu muncul setelah beredarnya keluhan di media sosial yang menyebut bahwa kegiatan tersebut hanya bersifat formalitas dan tidak transparan dalam pelaksanaan wawancara kerja.

Salah satu peserta mengaku telah menjalani proses pendaftaran dan seleksi administrasi, namun saat tiba di lokasi hanya diarahkan mengambil barcode tanpa ada proses lanjutan yang jelas. “Kami datang dari jauh, tapi tidak ada informasi atau kejelasan tahapan selanjutnya. Ini seperti diprank,” tulis salah satu akun yang diunggah ulang oleh warganet.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pemalang membantah tudingan tersebut. Dalam tanggapan resminya, Disnaker menyatakan bahwa jumlah pelamar yang membeludak membuat dua perusahaan peserta tidak memungkinkan melangsungkan wawancara dalam waktu singkat. Pihaknya berjanji akan mengatur jadwal lanjutan di kemudian hari.

Sementara, Eky Diantara, kepada awak media mengaku dihubungi oleh pihak Disnakertrans Pemalang, ketika keluhan warga masyarakat yang kecewa dengan acara Job Fair Pemalang 2025, ia diposting di media sosial fb @headlinenewspemalang.

Menurut Ketua Aliansi Pantura Bersatu sekaligus admin dari akun fb @headlinenewspemalang, pejabat tinggi dilingkungan Disnakertrans Pemalang tersebut merasa tidak nyaman atas postingan tersebut.

“Tadi malam (baru saja), ada nomor baru telp ke nomor WA saya. Dia mengaku sebagai Kepala Disnakertrans. Tujuanya meminta (dengan nada kecewa setengah naik pitam), agar postingan terkait keluhan warga masyarakat pemalang yang merasa di prank oleh acara tersebut agar seimbang,” bebernya, Rabu (28/5/2025) malam.

Eky kembali mengatakan, seharusnya acara tersebut digelar sesuai dengan tema acara, bahwa acara tersebut bertujuan untuk menekan angka pengangguran. Bukan malah kasih harapan palsu kepada masyarakat.

“Ribuan pekerja rela antri, panas – panasan. Mereka juga nunggu antrian sampai nyaris hampir seharian. Masa kok, acara tersebut tidak sesuai harapan masyarakat. Kasian kan, mereka ke lokasi acara kan juga pakai operasional (transport), jadi jangan hanya ceremony saja,” ujarnya.

“Kalau Pemkab Pemalang melalui dinas terkait serius untuk menekan angka pengangguran, seharusnya acara tersebut jangan sampai hanya sekedar janji palsu dan hambur – hamburkan anggaran,” lanjutnya.

You might also like