Muhamad dan Gloriana, Cahaya Baru Jawa Tengah dari Panggung Radjawali

Independennews.com | Semarang – Di bawah gemerlap cahaya lampu Radjawali Semarang Cultural Center, dua anak muda Jawa Tengah berdiri dengan senyum penuh makna. Muhamad Firmansyah dari Kabupaten Cilacap dan Gloriana Nadine Pratita dari Kabupaten Batang akhirnya dipanggil naik ke panggung untuk menerima selempang bergengsi: Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025. Sorak riuh penonton bergemuruh, menandai lahirnya wajah baru Jawa Tengah di mata Indonesia.

Malam itu bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, Grand Final Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 adalah perjalanan yang mempertemukan tradisi dengan modernitas, sekaligus ruang bagi generasi muda untuk merawat warisan budaya sekaligus melahirkan harapan baru.

Amanah di Balik Gelar

Bagi Firmansyah, gelar Mas Jawa Tengah adalah amanah besar. Dengan nada tenang, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana kami, generasi muda, bisa mengenalkan Jawa Tengah ke panggung yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara Nadine tak kuasa menahan air mata haru saat menyampaikan sambutannya. Baginya, gelar Mbak Jawa Tengah 2025 adalah bentuk tanggung jawab untuk menjaga kebanggaan daerah.
“Kami ingin anak-anak muda Jawa Tengah merasa bangga, percaya diri, dan ikut terlibat dalam mempromosikan daerahnya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Ajang Mas dan Mbak Jawa Tengah bukanlah kontes kecantikan semata. Para finalis melewati rangkaian panjang: uji wawasan pariwisata, tes komunikasi, penilaian kepribadian, hingga presentasi proyek ekonomi kreatif. Semua dirancang agar duta wisata terpilih mampu tampil sebagai sosok berwawasan, berkarakter, sekaligus memiliki gagasan nyata.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, menegaskan peran strategis para juara.
“Mas dan Mbak terpilih akan menjadi duta yang menjembatani Jawa Tengah dengan dunia luar. Mereka bukan hanya simbol, tetapi representasi semangat baru generasi muda,” katanya.

Deretan Juara Utama

Selain Firmansyah dan Nadine, dewan juri juga menetapkan sejumlah pemenang lain:

Wakil I: Muhammad Luthfi Firdaus (Temanggung) dan Septania Andriani (Kendal)

Wakil II: Muhamad Rafa Al Abrar (Semarang) dan Nurfaidatun Niswatul Fitriah (Kebumen)

Harapan I: Asep Siswanto (Jepara) dan Lintang Kusuma Dewi (Surakarta)

Harapan II: Sinatriyo Berkahing Gusti (Boyolali) dan Santhika Devi Yogi Pramesti (Pekalongan)


Kategori atribut turut memperkaya acara:

Mas & Mbak Intelejensia: Stifen Listianto Risman Wirawan (Salatiga) & Destina Dhiyaning Mufida (Temanggung)

Mas & Mbak Persahabatan: Acun Dina Fattuloh (Wonosobo) & Galuh Dhinan Divanka (Purworejo)

Best Tourism Project: Rasya Kanaya Pradana (Klaten) & Siska Ayu Agniya Putri (Tegal)

Penampil Terbaik: Maulana Malik Ibrahim (Kudus) & Bebyta Nur Az Zahra (Tegal)

Mas Favorit & Mbak Favorit: Muhammad Alfan Muzayin Azis & Chintya Cahyaniingrum (Demak)


Semangat Baru Generasi Muda

Grand Final tahun ini diikuti finalis dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dengan latar belakang beragam, mereka menyatu dalam satu tekad: mengabdi untuk daerah lewat pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

Sorot mata penuh keyakinan, tepuk tangan meriah, hingga senyum optimis di panggung Radjawali menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki generasi penerus yang siap berkiprah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan Muhamad Firmansyah, Gloriana Nadine Pratita, dan para juara lainnya baru saja dimulai. Dari panggung Radjawali, mereka siap menapaki jalan panjang, membawa nama Jawa Tengah semakin bersinar di mata Indonesia, bahkan dunia.

(Ganang)

You might also like