Independennews.com | Medan – Jong Bataks Art Festival (JBAF) ke-12 resmi ditutup pada Selasa (28/10/2025) malam di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.
Penutupan festival berlangsung meriah dengan pertunjukan musik, tari, puisi dan teater yang menampilkan semangat serta kreativitas anak muda Batak.
Direktur Festival Audrin Manurung menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan JBAF yang berlangsung selama 11 hari.
“Selama 11 hari kegiatan ini berjalan baik dan lancar Ini adalah upaya kami melibatkan anak muda agar tetap mengenal dan melestarikan kebudayaan,” ujar Audrin.
Audrin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya festival, mulai dari pemerintah, komunitas seni, hingga para relawan muda yang terlibat aktif.
Sementara itu, Ketua Rumah Karya Indonesia (RKI) Ojax Manalu, mengatakan bahwa kegiatan Jong Bataks Art Festival ke-12 tahun ini terasa lebih mendalam dan berbeda karena berbicara tentang pangan lokal sebagai refleksi terhadap hubungan antarelemen budaya dan generasi.
“Tahun ini memang agak berbeda, karena kita berbicara tentang pangan lokal sebagai sesuatu yang perlu kita refleksikan ulang,” ujar Ojax Manalu.
Ia menjelaskan bahwa keterhubungan dengan alam yang diangkat dalam festival itu bukan hanya soal bahan pangan, tetapi juga relasi budaya dan hubungan lintas generasi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Oka Zulfani Anhar, mengungkapkan kebanggaannya terhadap konsistensi penyelenggaraan festival tersebut.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan tahunan ini. Apalagi festival ini berlangsung bersamaan dengan momen Sumpah Pemuda, jadi sangat menarik dan indah sekali,” ujarnya.
Oka menegaskan, Jong Bataks Art Festival menjadi ruang penting bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus meneruskan nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Apresiasi juga datang dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara, Sukronedi, memuji keberlanjutan JBAF selama 12 tahun berturut-turut.
Ia menilai festival tersebut bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi para pemuda yang terlibat di Jong Bataks Art Festival. Kalian adalah generasi penerus kebudayaan kita,” ujarnya.
Penutupan festival semakin semarak dengan penampilan band asal Pematangsiantar Punxgoaran, serta kolaborasi musik dan tari tradisional yang memukau penonton.
Suasana hangat dan penuh semangat menjadi penutup indah bagi rangkaian Jong Bataks Art Festival ke-12 tahun ini. (tbs)