IndependenNews,com. Lhokseukon | Yayasan Insan Meurah Silu (IMS) Aceh mengunjungi rumah tidak layak huni di Gampong Matang Rawa Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara pada jumat, 29Juli 2022.
Rumah tersebut merupakan milik warga bernama Yusri, janda tiga anak yang hidup serba kekurangan. Kondisi rumah Yusri juga memprihatinkan, terbuat dari tepas bambu yang mulai lapuk dengan lantai beralaskan tanah.
Yayasan IMS berkunjung ke rumah tersebut setelah mendapat informasi dari Sukarelawan Persaudaraan Aceh Serantau (PAS) Aceh Utara.
Ketua IMS Aceh, Tgk Andi Saputra didampingi Pengurus Tgk Rasyidin, Abd Hamid, serta Mus Mulyadi dari PAS Aceh Utara berkunjung sekaligus menyalurkan bantuan Sembako kepada keluarga Yusri di rumahnya.
Rasyidin kepada awak media mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dari Sukarelawan PAS Aceh Utara pada jumat (29/7/2022).
“Setelah mendengar penuturan sukarelawan PAS Aceh Utara, dan melihat foto kondisi rumah, kami berinisiatif berkunjung untuk melihat langsung kondisi rumah tidak layak huni milik Yusri, kami juga memberikan sedikit bantuan Sembako dari Insan Meurah Silu,” ujar Rasyidin.
Di Lokasi rumah, Yayasan IMS dan Sukarelawan PAS Aceh Utara turut disambut oleh Yusri dan keluarga serta turut didampingi pegiat sosial Muhadar asal kecamatan yang sama.
Menurut keterangan Yusri, pihak Baitul Mal Aceh Utara sudah pernah berkunjung mengantarkan bantuan dan memverifikasi rumah tersebut.
“Kata orang Baitul Mal Aceh Utara, insyaallah akan direnovasi dalam tahun ini, karena katanya untuk tahun ini pembangunan rumah dhuafa sudah ada SK penetapan, jadi diupayakan rehab dahulu supaya bisa ditempati,” kata Yusri mengutip Pengurus Baitul Mal Aceh Utara.
Rumah atap rumbia mulai bocor tersebut merupakan peninggalan almarhum suaminya yang meninggal dua tahun lalu. Keempatnya kini tidur di sebuah kamar yang ia buat sendiri dari papan bekas. Ketiga anaknya dalam kondisi putus sekolah. Satu anaknya mengalami cacat kaki akibat kecelakaan.
yusri sendiri sangat berharap kepada instansi terkait agar dapat membantu dan membangun untuk mendirikan rumah layak huni atau rumah dhuafa untuk nya kata yusri” karna yusri tidak tau kemana lagi harus mengadu belum lagi dia harus menanggu biaya hidup ke 3 anak nya yg masih dibawah umur
“Melihat kondisi rumah Yusri, kita seharusnya bersyukur, masih banyak yang hidupnya serba kekurangan. Tadi saat kami berkunjung ada warga yang mengantarkan nasi untuk makan bagi keluarga Yusri, kita gembira melihat kepedulian warga,” ujar Rasyidin yang akrab disapa Pang itu oleh karibnya.
Pada kesempatan itu, Yayasan IMS juga ikut melihat kondisi adik Yusri yang diketahui menikah dengan muallaf. Tahun sebelumnya Baitul Mal Aceh Utara juga telah membangun rumah dhuafa untuk adik Yusri. Rumah tersebut berada persis di belakang rumah Yusri.**