Warga Dusun Cukas Pertanyakan, Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat

0
49

Lingga, independennews.com – Warga  Dusun cukas Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga mempertanyakan keberadaan Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM), yang sebelumnya dana tersebut disepakati untuk pembayaran meteran KWH bagi masyarakat. Meskipun sudah dijaminkan pembayaran KWH Listrik didusun Cukas melalui DKTM Namun  penerangan yang selama ini di idam- idamkan masyarakat belum juga terealisasi.

Ketua (DKTM) Jasmin sekaligus bendahara Desa melalui telepon gengamnya saat dihububngi awak media ini, Selasa (12/9/17) mengatakan Kalau pak Kades mendukung, listrik tidak dialirkan dalam minggu ini di Dusun cukas Desa Tanjung Irat,  hal itu akan menjadi permasalahan besar bagi warga.

“sementara Dana yang saya terima dari PT akuang senilai Rp 540.000.000, sudah saya distribusikan ke sejumlah desa diantaranya Dusun Setawar Rp 162.000.000, Dusun Cukas senilai Rp 157.000.000 dan berdasarkan kesepakatan dana operasional di tetapkan sebanyak sebesar 15 persen untuk biaya pengurusannya ke propinsi. menurutnya, dia telah salurkan sebesar Rp 300.000.000,- dan saat ini saya sumbangkan apa yang saya punya, barang milik pribadi juga saya sumbangkan, itu sudah impas”ujarnya

sementara itu, Pin sekretaris DKTM Desa Tanjung Irat kepada awak media ini mengatakan dalam pertemuan tim (DKTM) bersama pihak CV PUTRA MITRA yang mendapatkan kontrak kerja kepada Desa Tanjung Irat, dalam pembahasan mengenai pembayaran meteran Kwh PLN itu dianggap tidak jelas keberadaannya.

“dirinya sudah berusaha menghubungi melalui telepon seluler, kepada Jasmin ketua Tim DKTM, bermaksud untuk berkonsultasi mencari solusi atas desakan masyarakat yang mempertanyakan Dana DKTM yang di peruntukan sebagai pembayaran Meteran KWH sebanyak 153 unit belum terpasang sampai saat ini ke rumah warga.

Kata Pin, pihaknya telah menemui ketua DKTM Jasmin sekaligus bendahara Desa sudah menyerahkan surat rumah ke pak kades,  saat penyerahan surat rumah jasmin ke kepala desa di saksikan oleh yanto,  tapi kami tak paham untuk apa surat rumah itu diserahkan, apakah untuk jaminan dana (DKTM) yang terpakai atau untuk keperluan lain, kami tidak mengetahui” kata Sekretaris DKTM.

Lebih jauh Pin mengatakan permasalahan ini semua sudah di tangani oleh pak Kades (kahar-red) melalui Yanto yang mengatakan Ketua (DKTM) sudah menyerahkan surat rumah tersebut kepada pak Kades sebagai jaminan untuk menyelesaikan pembayaran meter kwh PLN untuk dusun cukas Desa Tanjung Irat.”terangnya

Sementara itu perwakilan pihak Cv PUTRA MITRA juga mengatakan  bahwa pihaknya telah tiga kali menjumpai pak Kades (kahar-red) terkait persoalan pekerjaan kami di lapangan (pihak Cv PUTRA MITRA-red) sudah selesai, tinggal menunggu dana saja untuk memasang meteran kwh yang instalasinya sudah kelir.

“bahwa pak Kades telah menyampaikan bahwa Kahar sedang mengadakan turnamen, dengan berdalih karena kegiatan turnamen yang sedang digelarnya membuat pembayaran tersendat, nanti juga akan dibayar setelah turnamen usai,”kata perwakilan Perusahaan menirukan ucapan Kades. sementara itu desakan masyarakat kepada pihak cv minta di percepat pemasangan listrik sehingga pihak cv merasa terancam mendatabi dusun cukas  Desa Tanjung Irat,”tuturnya

lebih jauh pihak  CV PUTRA MITRA mengungkapkan bahwa Dusun lainnya seperti dusun  setawar juga termasuk Desa Tanjung Irat, pembayaran meter kwhnya sudah 100 selesai padahal dari sumber dana yang sama (DKTM-red), lalu di kemanakan dana untuk pembayaran Kwh listrik didusun Cukas tersebut, sementara pembayaran yang diterima masih senilai Rp 150.000.000,- kami akan menuntut apa bila ini tidak di selesaikan secepatnya kepada kami (CV PUTRA MITRA-red),” tegasnya.

Kepala desa Tanjung irat Kahar saat di konfirmasi melalui telepon seluler, selasa (12/9/17) mengatakan bahwa dirinya membenarkan apa yang di ributkan masyarakat tentang meteran kwh PLN yang belum terselesaikan pembayarannya.

Menurutnya, itu masalah jasmin, tidak ada gunanya ribut ribut di kampung, saya menjamin bahwa persoalan dapat diselesaikan secara bertahap, hanya saja  PLN ada aturannya tapi ini tetap berjalan, hanya saja yang menjadi kendala yakni belum terpasangnya meteran kwh PLN di dusun cukas, jadi persoalannya bukan di keuangan.”tuturnya

 

(suarman)

LEAVE A REPLY