Tugboat Sea Carrieri I Sandar Tak Bayar, Juga Timbulkan Kerusakan Pelabuhan

0
138

INDEPENDENNEWS.COM, LINGGA — Tug Boat Sea Carrieri I yang bersandar di pelabuhan Dabo, selain merusak bahu pelabuhan karena benturan, juga merugikan pihak penyelenggara pelabuhan dikarenakan tidak membayar uang sandar selama setahun bersandar, seharusnya uang sandar tersebut dibayar per 15 hari sandar.

” Ini murni kesalahan owner PT. Bahtera Bestari Shipping, lalai ” ungkap Syahrul Wardi Kepala Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dabo Singkep, saat Jumpa Pers bertempat diruang pertemuan kantor Syahbandar Dabo, Pukul 15.00 WIB pada Rabu (14/8/2019).

Kata Syahrul, akibat tidak dibayarnya uang sandar ini, Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dabo Singkep, jadi temuan Inspektorat, “Saya baru pulang sore ini, memenuhi panggilan Inspektorat, ucap Syahrul dihadapan awak media.

Kepada media, Syahrul juga mengaku telah berusaha menghubungi Jefri ( sang pemilik tug boat) dengan cara menghubunginya melalui telepon seluler, namun tidak pernah diangkat pelik tug boat tersebut.

Sementara itu mengenai posisi bagian belakang Tug boat yang masuk dibawah pelabuhan yang mengakibatkan kerusakan pada bahu pelabuhan, Syahrul menyampaikan sudah dapat di tarik keluar

“Kami sudah mengevakuasinya ketempat yang lebih aman, yakni sekitar perairan Jagoh kecamatan Singkep Barat,” katanya.

Kasat Polair Polres Lingga, Akp Nurman, yang hadir mendapingi kepala Syahbandar Dabo dalam jumpa Pers tersebut menjawab pertanyaan awak media tentang kerugian yang diderita atas kerusakan yang si timbulkan oleh Tug boat

” Kami memperkirakan kerugian yang diderita mencapai lebih kurang 500 juta rupaiah”, selain kepala syahbandar, saya juga berusaha menghubungi pemilik namun sama halnya, tidak dijawab” imbuh Akp Nurman.

Untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa pelabuhan maupun masyarakat Dabo yang sering berkunjung kepelabuhan sebagai tempat wisata, kepolisian resor Lingga sudah memasang Police line sejak Senin (12/8/2019).

Kerusakan pada bahu pelabuhan dinilai berbahaya bagi masyarakat umum, baik itu pengguna jasa pelabuhan maupun masyarakat pengunjung. Sementara ploice line akan dibuka jika pelabuhan sudah diperbaiki.

” Nanti kita buka police line nya, jika pelabuhan tersebut sudah diperbaiki dan dinyatakan kondusip, kami akan buka kembali”. Tambah Nurman ( Juhari )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.