Timbulkan Polemik Ditengah Masyarakat, Jokowi Larang Program Vaksinasi Berbayar

0
98

 

Independennews.com, Batam – Adanya rencana program vaksinasi berbayar, menimbulkan penolakan besar di tengah masyarakat. Menghadapi penolakan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo resmi melarang program vaksinasi berbayar.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Mahfud MD dalam cuitannya di akun twitter pribadinya, Sabtu (17/7/21).

“Presiden menetapkan, tdk ada vaksin berbayar, semua vaksinasi gratis untuk rakyat,” cuit Mahfud.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal pemerintah memang sudah sepakat terkait kebijakan dalam memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat indonesia, melalui pemberian vaksin gratis.

Lanjut kata Mahfud, ide tentang vaksinasi berbayar itu muncul ketika adanya ledakan kasus Covid-19 varian Delta yang mengharuskan pemerintah untuk menggencarkan vaksinasi. Sehingga terjadi antrean rakyat penerima vaksin yang sangat banyak yang menyebabkan kekurangan tenaga vaksinator.

“Tenaga medis tak cukup. TNI, POLRI, BIN turun tangan melatih vaksinator dan turun ke rakyat. Tp tetap bnyk yg tak terlayani, banyak yg sdh antre tp tak bs terlayani saking banyaknya,” terangnya.

Adanya kekurangan jumlah tenaga kesehatan akibat ledakan kasus Covid-19 tersebut, memunculkan ide bagi para pengusaha swasta untuk membelikan dan menyelenggarakan vaksinasi sendiri bagi karyawannya.

“Idenya Swasta akan memvaksinasi dan mencetak vaksinator sendiri agar industri dan sektor2 esensial bs bekerja. Pelaksanaannya tdk menggunakan APBN dan vaksin Pemerintah. Tp timbul reaksi penolakan yg keras. Menampung aspirasi itu, Presiden melarang program vaksinasi berbayar,” tutup Mahfud.(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here