IndependenNews.com, Bengkayang-Kalbar | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang, menggelar konferensi Pers terkait sikap politik terhadap Ranperda APBD Tahun 2022. Hasil keputusan yang diambil sebagai sikap politik terhadap Ranperda APBD tahun 2022 adalah menolak.
Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Fransiskus, memaparkan tentang beberapa hal yang menjadi point dari penolakan terhadap Ranperda APBD 2022. setidaknya ada 18 orang menolak dan ada 9 orang menerima rancangan APBD tersebut.
“Ini tentunya sikap politik DPRD kabupaten Bengkayang terkait dengan peminjaman dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Semua fraksi bersepakat menolak dan meminta kepada kepala daerah untuk membatalkan pinjaman dana PEN dari PT.SMI,” kata Fransiskus saat gelaran konferensi pers Senin (13/12/2021).
Sementara itu, adapun pokok pokok point yang di sampaikan atas penolakan dana pinjaman PEN tersebut disampaikan langsung oleh wakil ketua DPRD kabupaten Bengkayang Esidorus.
“Dalam kegiatan konferensi pers yang dilakukan DPRD Kabupaten Bengkayang ini, guna meluruskan pemberitaan yang berkembang di masyarakat. Baik yang ada di media sosial maupun yang ada dan menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat terhadap sikap politik lembaga DPRD kabupaten Bengkayang,” tutur Esidorus.
Kemudian, jelas Esidorus, terhadap pinjaman daerah kabupaten Bengkayang melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pada PT.Sarana Multi Infrastruktur. Dan juga terkait dengan penolakan Ranperda APBD Kabupaten Bengkayang tahun 2022. Dengan harapan agar tidak menjadi salah persepsi dan bola liar yang pada akhirnya merugikan kita semua.
“Terkait pinjaman daerah melalui pemulihan ekonomi Nasional (PEN) melaui PT Sarana Multi Infrastruktur. Seluruh fraksi di DPRD kabupaten Bengkayang melalui badan anggaran (BANGGAR) kabupaten Bengkayang, meminta kepada Bupati Bengkayang selaku Kepala Daerah untuk membatalkan karena beberapa alasan,” ujar wakil DPRD Bengkayang.
DPRD Kabupaten Bengkayang pada dasarnya mendukung upaya pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan Infrastruktur, namun harus tetap sesuai dengan aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Terkait APBD tahun 2022 terdapat belanja yang di biayai melalui pinjaman daerah. Termasuk pokok+Bunga pinjaman sebesar 17 (miliar), sehingga empat fraksi (Demokrat,DPP Nasdem, Hanura Kebangsaan) 18 orang menolak APBD tahun 2022 yang sebelumnya dirancang.
Berikut Poin-poin Penting alasan DPRD Kabupaten Bengkayang menolak Pinjaman Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
(Tino)