Korban Beasiswa Bidikmisi, Minta Polres Bengkayang Serius Tangani Kasusnya

0
289

IndependenNews.com, Bengkayang-Kalbar | Orang tua Siswa yang menjadi korban penipuan Program Beasiswa Bidikmisi di Kabupaten Bengkayang memberikan tanggapan terkait kasus yang menimpa mereka. Meski saat ini kasus itu telah di laporkan pada Tahun 2021 lalu dan sedang ditangani oleh Polres Bengkayang.

Rafael salah satu orang tua dari siswa yang menjadi korban penipuan beasiswa berkedok Bidikmisi di Kecamatan Samalantan. Dalam hal ini dirinya selaku orang tua merasa kesal, karena apa yang telah dijanjikan oleh pelaku tersebut hingga saat ini tidak terealisasi, padahal biaya pengurusan beasiswa Bidikmisi itupun sudah kami serahkan kepada para pelaku.

” Ya, sampai saat ini dan detik ini pun belum di kembalikan dana yang telah kami berikan,” kata Rafae kepada media saat ditemui di kediamannya. Kamis (13/1/22) kemaren.

Dikisahkan nya, bahwa masalah yang menimpa dirinya bersama puluhan bahkan ratusan orang itu, sudah dilaporkan kepada pihak berwajib berawal dari Polsek Samalantan hingga naik di Polres Bengkayang.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada pihak yang telah mengambil uang kami agar segera dikembalikan, tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik dan mengembalikannya sampai dua tahun berjalan,” ungkapnya.

Kasus yang menimpa para orang tua murid ini sedang bergulir sampai ke meja Polres Bengkayang dan dilakukan penanganan. Namun, kata Rafael, sampai saat ini belum juga ada kabar dan titik terang dari masalah tersebut.

Ia berharap Polres Bengkayang bertindak dengan cepat dan serius untuk menangani laporan itu, karena menurutnya bukti-bukti sudah cukup kuat.

“Kalau seperti ini sampai kapan kasus ini akan di selesaikan, waktu itu kami juga pernah panggil salah satu partai politik yang Sekarang duduk sebagai anggota DPRD Provinsi. Namun hingga kini juga tidak ada titik terang maupun solusi yang kami dapatkan,”ujarnya

Sementara orang tua lainnya yang menjadi korban juga menyampaikan, bahwa kondisi ekonomi para korban adalah ekonomi menengah kebawah yang dikategorikan kurang mampu.

Ia berharap kepada semua pihak terkait, serta pihak berwajib agar dirinya dan beberapa orang tua yang menjadi korban dari beasiswa itu mendapatkan kejelasan. Sebagai warga Negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai Pancasila berhak mendapatkan keadilan serta perlindungan hukum yang sama.

“Kami juga berhak mendapatkan Keadilan Hukum, kami Sebagai orang miskin, uang yang diberikan itu sangat besar nilainya. Apalagi terkait pendidikan anak kami, apapun kami lakukan. Dan saya berharap Polres Bengkayang serius menangani kasus ini,” pinta Rafael.

Disisi lain di tempat yang sama, hal senada juga diungkapkan oleh warga Samalantan Bengkayang bernama Nicolaus Joni orang tua korban beasiswa. Ia juga ikut tertipu oleh pelaku dengan iming-iming beasiswa gratis di perguruan tinggi tersebut.

“Kami juga sudah melaporkan hal yang sama dengan yang dilaporkan oleh pak Rafael untuk kasus yang sama juga,” kata Joni.

Tak mau berkata banyak, ia hanya minta keadilan hukum. Menurutnya sampai saat ini apa yang telah ia laporan hampir tidak direspon dan ditangapi oleh pihak yang berwenang terutama pihak kepolisian Polres Bengkayang.

Joni pun menerangkan, prihal laporannya tersebut sudah berjalan satu tahun, yakni di Tahun 2021 lalu. Kemudian Ia pun mengatakan kejadian tersebut sudah lama dilakukan oleh pelaku, dengan kerugian yang mencapai ratusan juta.

“Kalau dihitung perorang kisaran 2,7 juta dan ini bervariasi bahkan ada yang sampai 5 juta perorangan, untuk sementara sih yang saya tau jumlah korban ada sebanyak 305 orang. Hitung saja berapa kerugian yang dialami oleh para korban,” terang joni.

Pihaknya yang menjadi korban penipuan Beasiswa Bidikmisi mendesak agar masalah ini segera di tuntaskan.

“Bahkan anak kami ada yang sampai putus asa, hingga putus sekolah gara-gara menunggu kepastian beasiswa itu. Dan akhirnya tak ada jalan lain ada yang memutuskan untuk menikah di usia muda,” pungkasnya.

(Nopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here