Sudah Dipungli, Tabungan Siswa SDN 173399 Sihite Juga Ikut Diembat

IndependenNews.com – Humbahas | Lagi dan lagi, dugaan pungli kembali terdengar dari instansi pendidikan di daerah Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Setelah sebelumnya santer diberitakan fenomena pungli di Sekolah PAUD/TK dan SD Negeri 173395 Doloksanggul, terkini Humbahas malah digegerkan kembali dugaan pungli di SD Negeri 173399 Sihite.

Berdasarkan keterangan salah satu orang tua siswa, Kamis (20/6/2024), proses perpisahan yang digelar pihak SD Negeri 173399 Sihite menelan biaya yang dikumpul dari tabungan murid-murid kelas enam. Dari 63 orang siswa, masing-masing siswa memiliki tabungan senilai Rp 200.000,-.

Ironisnya, selain menghabiskan tabungan para siswa, masing-masing siswa juga diwajibkan memberikan ‘uang terimakasih’ sebesar Rp 50.000,-. Kemudian ditambah lagi biaya foto copy legalisir ijazah sebesar Rp 5.000,- per siswa.

Kepala Sekolah SDN 173399 Sihite Martina Sinaga ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, bahwa dari beberapa bulan yang lalu, seluruh siswa kelas VI melakukan pengumpulan dana tabungan hingga terakumulasi senilai Rp 200.000,- per siswa. Uang tersebut disisihkan para siswa dari sebagian uang jajan mereka selama ini.

Martina membenarkan uang tabungan siswa itu kemudian dikumpulkan dan tadinya direncanakan untuk dipergunakan jalan-jalan (tour) ke sejumlah objek wisata sebagai sarana perpisahan. Namun karena ada larangan dari pemerintah pusat, kegiatan liburan itu pun ditiadakan.

Namun pihak sekolah sepertinya tidak kehabisan akal untuk memunculkan cara bagaimana agar dana tabungan siswa tersebut dapat dihabiskan. Berdasarkan keterangan Martina, pihak sekolah kemudian mengalihkan dana tabungan itu untuk keperluan belanja cinderamata.

“(Pihak sekolah) Memberikan cinderamata kepada siswa-siswi berupa jaket seharga Rp 135.000,- ditambah biaya sablon Rp 10.000,-. Sisa uang dari Rp 200.000,- itu digunakan untuk biaya makan bersama kala penerimaan Surat Keterangan Lulus”, beber Martina.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Komite SDN 173399 Sihite Manusun Siburian, saat dihubungi wartawan mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Terkait pemberian jaket cinderamata, ‘uang terimakasih’, biaya foto copy, pihak sekolah disebut tidak melibatkan pihak Komite Sekolah.

“Saya sebagai Ketua Komite sangat tidak mendukung adanya kebijakan Kepala Sekolah dan guru seperti itu”, ucap Manusun.

Sementara itu, untuk diketahui, sesuai dengan dasar acuan satuan pendidikan untuk tidak melakukan pungutan adalah Permendikbud RI No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan. Dalam Pasal 9 ayat (1) Permendikbud no 44 tahun 2012 tersebut menyebutkan satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

Kemudian pada Pasal 181 huruf d PP No. 17 Tahun 2010 menyebutkan, pendidik dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menimbang Permendikbud tersebut di atas, jelas sekali SD Negeri 173399 Sihite telah melanggar aturan. Pembelian cinderamata dengan membebankan biaya dari tabungan siswa terkesan sangat berlebihan dan tidak tepat sasaran. Selain itu, penentuan biaya ‘uang terimakasih’ di sekolah itu juga secara terang-terangan sudah masuk pidana pungli.

(Tinton/ Tim)

You might also like