IndependenNews.com I Batusangkar – Muhammad Iqbal yang saat ini masih duduk di kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lintau sukses menjadi Juara Kategori Putra dalam ajang favorit Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Tanah Datar Tahun 2025.
Mereka telah melewati proses seleksi ketat sejak Januari lalu dan kini siap menjadi agen perubahan di kalangan generasi muda
Kepala Sekolah SMKN 1 Lintau, Ariesto Amri, S.Pd, MM. mengucapkan Selamat dan Sukses kepada siswa SMK Negeri 1 Lintau, semoga kedepannya bisa lebih banyak meraih prestasi yang lebih baik lagi, dan Terima kasih kepada Bapak ibu guru yang telah membimbing siswa kita sehinggga bisa sampai di tahap ini dan juga terima kasih kepada Pembina PIK-R Terbaik Yona Novita, M. Pd. Pembina SMKN 1 Lintau Buo. melalui whatsap 22/04/2025.
Ariesto juga menjelaskan bahwa ajang tahunan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan pembinaan karakter bagi remaja.
“Tujuan utama pemilihan Duta GenRe adalah mencetak role model yang bisa mengedukasi sesama remaja untuk menghentikan tiga hal utama: pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Ariesto usai kegiatan.
Dari 127 peserta yang mendaftar, disaring kembali menjadi 30 finalis. yang telah melewati berbagai tahapan seleksi, termasuk tes tertulis, wawancara, unjuk bakat, hingga penyuluhan.
“Para Duta GenRe ini hanya mengemban tugas selama satu tahun, namun dampak yang mereka bawa sangat besar. Mereka akan menjangkau remaja di dunia nyata maupun maya sebagai agen perubahan sekaligus public figure yang membawa pesan GenRe,” tambah Ariesto.
Menurutnya, keberadaan Duta GenRe sangat penting dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, terutama dalam mencetak generasi muda yang sehat, terencana, dan siap membangun keluarga berkualitas.
Selain kemampuan akademik, para Duta GenRe juga dibekali keterampilan penting seperti public speaking, komunikasi, kepemimpinan, serta pemahaman mendalam tentang kesehatan reproduksi dan pergaulan remaja.
“Kami berharap mereka bisa menjadi jembatan komunikasi antara sekolah, pemerintah, masyarakat, dan remaja. Bukan hanya menyuarakan perubahan, tapi juga menjadi teladan,” tutupnya. ( Dioni )