Sejumlah Proyek Dari 117 Paket PEN 2021 PUPR Taput Terkena TGR

ImdependenNews.com, Taput | Sejumlah paket dari 117 paket proyek rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur Jalan di Dinas PUPR Tapanuli Utara (Taput) menggunakan anggaran Pinjaman PEN 2021, sebesar Enam Puluh Dua Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah (Rp 62.800.000.000) terkena tuntutan Ganti Rugi (TGR) disebabkan adanya kekurangan volume pada pekerjaan.

Kepala Dinas PUPR Tapanuli Utara malalui sekretarisnya Jupati Rajagukguk mengakui adanya TGR tersebut.

“Dari 117 paket proyek anggaran PEN tahun 2021 yang dikelola dinas ini, ada sejumlah paket yang terkena TGR dan semuanya sudah disetorkan,” ujar Jupati menjawab Independentnews.com

Sayangnya Jupati terkesan tertutup soal berapa nominal dan jumlah peket yang terkena TGR itu. Bahkan dia sengaja menolak pernyataannya dicatat dengan alasan datanya banyak.

“Datanya ada sama kita, namun kalau untuk dicatat bisa habis waktu yang lama”, ujarnya seraya menawarkan wartawan untuk minum kopi.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 117 paket proyek rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur Jalan pada dinas PUPR Tapanuli Utata (Taput) menggunakan anggaran pinjaman ekonomi nasional (PEN) 2021 mulai disorot.

Proyek mencapai Rp 62.800.000.000 (enam puluh dua miliar delapan ratus juta rupiah) itu, dicurigai oleh pemerhati pembangunan lantaran pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan prosedur yang benar.

“Sebanyak 117 apket pakejaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jalan itu tahun 2021 ini perlu kita soroti untuk menghindari opini negatif atas kwalitas dan manfaat dari proyek tersebut,” kata MW. Lumban Gaol SH selaku Pemerhati Pembangunan Daerah (PPD) Sumut saat berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan.

Menurut dia, disorotnya proyek tersebut bukan tidak beralasan. Sebab, kerap proyek dengan anggaran besar dan waktu pengerjaan yang mepet, bukan tidak mungkin akan berdampak dugaan penyimpangan kerangka acuan kerja dan kwalitas pekerjaan.

Terpisah, Kadis PUPR Taput Dalan Simajuntak mengklaim, pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan baik. Jika ditemukan ada kerusakan, lanjut Dalan, akan diperbaiki kembali oleh rekanan mengingat 117 paket tersebut masih tahap pemeliharaan.

“Dalam pelaksanaan pekerjaan tsb kami tetap mengawasi dgn baik sehingga pekejaan dapat terlaksana dgn baik. Saat ini masih tahap pemeliharaan. Bilamana ada kerusakan akan diperbaiki kembali oleh rekanan,” kata Dalan Simajuntak melalui aplikasi WA
(Maju simanungkalit)

You might also like