IndependenNews.com I Damasraya – SMKN 1 Pulau Punjung adalah salah satu sekolah yang berwawasan industri dengan mengedepankan ketrampilan dan keahlian peserta didik.
Sebanyak 182 siswa SMK Negeri 1 Pulau Punjung yang telah mengikuti kegiatan praktek kerja industri (Prakerin), kini kembali ke sekolah. Siswa-siswi dari tempat prakerin itu setelah mengikuti praktek kerja.
Pelaksanaan Juli – November 2024 selama 6 bulan dan lokasi praktik kerja di dunia usaha dan industri serta perkantoran pemerintah di Dharmasraya, Sijunjung, dan Padang.
Diharapkan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan keterampilan di kelas dalam konteks dunia nyata serta menimba pengalaman dalam dunia kerja, sesuai Permendikbud no 50 tahun 2020 tentang praktik kerja lapangan bagi SMK.
Salah satu program peningkatan ketrampilan dan keahlian peserta didik adalah melaksanakan kegiatan Prakerin atau yang di kenal dengan nama PKL.
Prakerin adalah suatu kegiatan pendidikan pelatihan dan pembelajaran yang di lakukan di dunia Usaha atau dunia Industri dalam upaya pendekatan atau untuk meningkatkan mutu para siswa-siswi Sekolah Menengah kejuruan (SMK).
Prakerin merupakan singkatan dari Praktek Kerja Industri. Dengan adanya prakerin ini diharapkan siswa dapat menambah bekal untuk masa yang akan mendatang dalam memasuki dunia kerja yang semakin banyak persaingan seperti sekarang ini.
Tujuan prakerin atau PKL yang paling utama adalah meningkatkan kompetensi siswa dalam melatih kemampuan dalam dunia kerja.
Selain itu, tujuan lainnya adalah wadah untuk meningkatkan kualitas siswa SMKN 1 Pulau Punjung menurut jurusan masing-masing kompetensi keahlian 1. Manajemen perkantoran dan layanan bisnis, 2. Akuntansi dan keuangan lembaga, 3. bisnis digital.
Kegiatan ini ditujukan untuk memantapkan kegiatan di dunia kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
Kepala Sekolah SMKN 1 Pulau Punjung Sugiyono, M.Pd saat menyambut kepulangan siswa prakerin telah selesai, Kepala Sekolah berpesan, agar para siswa selesai atau menamatkan sekolah untuk melanjutkan kesekolah lebih tinggi lagi, dan jangan sekali kali siswa terlibat narkoba, yang dapat merugikan siswa itu sendiri dan sekolah maupun keluarga
Selama menjalani PKL, siswa tentu saja menghadapi berbagai tantangan. Namun, mereka mampu mengatasi kendala tersebut dengan baik berkat dukungan dari mentor di tempat kerja dan ilmu yang telah mereka dapatkan di sekolah.
Melalui pengalaman PKL ini, siswa belajar untuk lebih mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.
Sugiyono menegaskan, Pengawasan terhadap siswa siswi yang sedang menjalani prektek kerja lapangan ini dan kunjungan ketempat magang masih menjadi tugas dan tanggung jawab guru yang berada di pos wakil kepala sekolah bidang hubungan industri ini.
Tugas berat ini telah berakhir setelah pihak sekolah menerima kembali siswa siswi yang selesai menjalani praktek kerja lapangan diberbagai tempat itu dan kesibukan seperti ini akan kembali dimulai pada tahun magang di tahun pelajaran berikutnya.
Mengingat beratnya tugas dari para kepala sekolah dan guru diatas maka layaklah sebagai orangtua murid kita memberikan apresiasi yang tinggi untuk mereka.