Independennews.com | Pemalang – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, SDN 01 Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, terus menumbuhkan semangat belajar siswa melalui berbagai program pengembangan karakter dan peningkatan prestasi. Beragam kegiatan telah dijalankan secara konsisten oleh pihak sekolah, termasuk pembiasaan Jumat Bersih dan persiapan kegiatan perkemahan siswa.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Abdul Maskur, menyampaikan bahwa program-program tersebut bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa sejak dini.
“Untuk kegiatan perkemahan, kami libatkan siswa kelas 6. Itu bagian dari pembentukan kemandirian dan kedisiplinan. Sementara kegiatan Jumat Bersih tetap berjalan setiap pekan,” ujar Abdul Maskur saat diwawancarai, Selasa (6/8/2025).
Raih Prestasi di POPDA dan Persiapan MAPSI
Selain kegiatan rutin, SDN 01 Bulakan juga aktif dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), khususnya di cabang tolak peluru dan sepak bola. Sekolah ini telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan.
“Siswa kami berhasil meraih juara 1 tolak peluru putri, juara 2 lempar tunggow, dan beberapa raihan lainnya. Total sudah ada tiga prestasi yang kami torehkan,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Untuk menghadapi Lomba MAPSI yang dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2025, pelatihan terus dilaksanakan secara rutin dan terarah. Menurut Abdul Maskur, kedisiplinan dalam latihan menjadi kunci utama kesuksesan siswa.
Terapkan Pendidikan Karakter dan Peduli Lingkungan
Tak hanya fokus pada prestasi akademik dan olahraga, SDN 01 Bulakan juga menanamkan budaya hidup bersih dan tanggung jawab lingkungan. Sekolah kini menggunakan tempat sampah besar berpenutup sebagai pengganti tempat sampah kecil yang sebelumnya mudah rusak dan cepat penuh.
“Manfaatnya agar siswa terbiasa disiplin membuang sampah pada tempatnya. Tempat sampah besar ini juga lebih tahan lama dan efisien,” jelas Abdul Maskur.
Selain itu, siswa juga dibiasakan membawa piring makan sendiri saat membeli jajanan di sekolah, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan gaya hidup sehat.
Tantangan dari Satwa Liar Sekitar Sekolah
Keunikan lokasi sekolah yang berdampingan dengan kawasan hutan lindung membawa tantangan tersendiri. Kehadiran monyet liar kerap mengganggu aktivitas belajar siswa, terutama saat jam istirahat.
“Kadang monyet masuk ke halaman sekolah, apalagi saat lapar. Ada yang sampai merebut makanan dari siswa,” keluhnya.
“Kami harap pemerintah desa dan daerah bisa turun tangan, misalnya dengan menyediakan makanan khusus untuk satwa liar agar tidak mengganggu aktivitas belajar.”
Harapan untuk Masa Depan Sekolah
Menutup keterangannya, Abdul Maskur menyampaikan harapan agar seluruh warga sekolah terus menjaga semangat dalam belajar, berkarakter, dan berprestasi.
“Kami ingin SDN 01 Bulakan menjadi sekolah yang membanggakan, tidak hanya bagi orang tua siswa, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
— S. Febriansyah