Rumah Reot Butuh Bantuan Pemerintah

0
2834

PAMEKASAN, Independen News.com-Sebuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik kekuarga Misri warga Dusun Songlesong, Desa Sana Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Rumah dengan ukuran 5×6 meter berlantai tanah, berdinding bambu Dan beratapkan Genting ini tempat tinggal Mathari bersama istri Misri dan tiga orang anaknya.

Pantauan independennews.com, rumah rewot selain kecil juga kondisinya sudah tidak nyaman untuk dihuni, karena atapnya sudah bocor sehingga bila hujan turun seisi rumah banjir, bahkan karana berlantai tanah menyebabkan rumah becek dan berlumpur.

“rumah ini ditempati keluarga Misri (20) bersama istrinya Mathari (23) dan tiga anaknya yang masih kecil yakni (1) Moh. ferdi (7) Moh. Syafari (4) Moh. lutfi (2) tahun. Keluarga Mathari kesehariannya bekerja sebagai petani namun keluarganya hidup dibawah garis kemiskinan.

Misri mengaku dengan penghasilan suaminya sebagai petani dan alhamdulillah meski punya uang pas-pasan tetap ingin menyekolahkan anak anaknya.

“Yah, beginilah kondisi keluarga kami, hidup paspasan, kepengen bangun rumah yang nyaman untuk tinggal anak anak, tapi karena sulitnya mendapatkan uang, kami pasrah walaupun kondisi rumah seperti ini, ” ujar Misri sembari meneteskan air mata saat ditemui independennews.com dirumah rewotnya , Jum’at (13/10/2017).

Rumah rewot tersebut, kata Misri menceritakan bahwa Rumah yang mereka tinggali sangat menakutkan sewaktu waktu atap gentengnya jatuh dan menimpa kepala anak anak. Walau kondisinya seperti itu, kami terpaksa menempatinya karena tidak punya tempat lagi.

“saat Hujan dan Angin kencang datang kami semua tidak bisa tidur, Karena Rumah takut roboh. Hal itu sangat menakutkan keluarga berada di dalam Rumah,”katanya

Sementara itu, Muhalli selaku warga setempat mengungkapkan bahwa Rumah keluarga Muthari sudah tidak layak dihuni karena kondisi dinding dan penyangga atap sudah pada lapuk.

“ini sangat berbahaya apabila genteng rumah jatuh dan menimpa penghuninya, “tutur muhalli

Dia berharap Rumah keluarga Muthari diperhatikan oleh pemerintah, karena sangat layak Di bantu.

” kasihan ketika Hujan turun seisi rumahnya basah, atapnya banyak yang sudah tidak layak pakai.”ujar Muhalli yang saat ini masih berstatus Mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Pamekasan

Mushalli menambahkan bahwa usia rumah sudah berdiri puluhan tahun sehingga dinding dan penyangga atap sudah pada lapuk, bahkan rumah ini berlantai tanah.” tutupnya.

(Anton)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here