Rosti Sidabariba PPK itu Kurang Faham Tehknis, Pembesian Pada Proyek Sambung Menyambung

Foto : Pembesian peroyek pembangunan “Ruang Multifungsi”

IndependenNews.com, Taput | Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Proyek Dinas Pertanian Kab.Tapanuli Utara (Taput) Rabu (2/8/2023) Rosti Sinabariba menyatakan bahwa dirinya kurang faham tentang tehniks pada proyek di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kec. Sipoholon di Desa Pagarbatu.

Hal itu terungkap ketika menjawab perihal adanya sambungan pembesian pada sejumlah konstruksi tiang utama pada proyek Ruang Multifungsi (Perpustakaan, Pameran, Peraga Dan Promosi) Sipoholon

“Tidak perlu diterangkan ito (Red-Bapak) sama saya, kebetulan sayapun kurang paham terkait tehknis tehnik sedalam itu,”ujar Rosti

Rosti mengatakan, tidak bekerja sendiri  tapi kerja tim. Ia juga menegaskan Konsultan dan perusahaan penyedia Barang dan Jasa sudah berkwalifikasi sehingga mereka terpilih.

Menanggapi itu S.Hutabarat pegiat sosial kontrol wilayah Taput menyebutkan, Rosti belum layak mejadi PPK. Sebab walaupun tidak mengerti sepenuhnya terkait tehknis, akan tetapi hal=hal primer dalam sebuah proyek harusnya mengerti.

“Walaupun tidak mengerti proyek itu sepenuhnya, namun setidak-tidaknya hal-hal primer dalam proyek harus dia pahami,”ujar S.Hutabarat.

Menurutnya, ketidakfahaman seorang PPK pada sebuah proyek akan berpengaruh pada kwalitas bangunan. Dan itu berpotensi dimanfaatkan perusahaan penyedia barang dan jasa mengambil keuntungan pribadi.

S. Hutabarat juga menyampaikan, bahwa kadis Pertanian tidak selektif dalam penempatan bawahannya apalagi seorang petugas  pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Sepertinya Pak Sey Pasaribu tidak selektif dalam penempatan PPK, hal ini bisa menimbulkan kerugian keuangan negara,”imbuh S.Hutabarat.

Diinformasikan, pembangunan “Ruang Multifungsi” dengan anggaran Rp.137.907.100,- DAK APBD Kab.Taput yang dikerjakan oleh CV Lovian terpantau pembesian pada sejumlah konstruksi tiang utama ada persambungan.
(Maju Simanungkalit)

You might also like