RDP Komisi I DPRD Batam Molor Hampir Satu Jam, Ada Apa?

0
126

IndependenNews.com, Batam | Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Kepulauan Riau, molor hampir satu jam dari waktu yang telah dijadwalkan.

Dalam agenda rapat yang diterima dari Humas DPRD Batam pada Selasa (05/07/2022), RDP mengenai perizinan kawasan Harbour Bay Batam tersebut seharusnya dimulai pada pukul 13.00 WIB. Namun karena beberapa alasan, agenda rapat tersebut baru bisa dimulai pada pukul 13.51 WIB.

“Dari OPD dari undangannya kita undang belum hadir, makanya pimpinan kami pak ketua (Komisi I) pak Lik Khai belum mau dia untuk naik. Tapi dari informasi kalau kita tunggu rapat kita tidak akan mulai juga. Oleh sebab itu, dengan mengucapkan bismillah, maka RDP Komisi I mengenai perizinan kawasan Harbour Bay Batam kita mulai,” ucap Safari Ramadhan sebagai pemimpin rapat sembari mengetuk palu tiga kali pada pukul 13.51 WIB.

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I, Safari Ramadhan, didampingi Ketua Komisi I, Lik Khai; Sekretaris Komisi I, Tumbur Sihaloho dan anggota Komisi I Utusan Sarumaha, Muhammad Fadhli, Tan A Tie, dan Erikson Pasaribu.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, PTSP Badan Pengusahaan (BP) Batam, Badan Pendapatan Daerah Kota Batam, Camat Batu Ampar, Lurah Sungai Jodoh, Pimpinan Holywings, serta Ketua RT 02 dan RW 06 Kelurahan Sei Jodoh.

Safari mengatakan, rapat tersebut dilaksanakan karena banyaknya media yang memuat dalam pemberitaan terkait polemik yang menimpa Holywings yang akhirnya merembes ke outlet Holywings yang ada di Batam.

Selain itu kata dia, PTSP Pemko Batam sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan diduga ada kemungkinan tumpang tindih perizinan di kawasan Harbour Bay Batam.

“Maka, kita ingin mempertanyakan sebenarnya Harbour Bay itu kawasan apa dan kelengkapan perizinan yang ada disitu, termasuk didalamnya (Holywings) yang beberapa waktu lalu viral. Ini tentu menjadi perhatian publik, tentu kita harus merespon supaya tidak menjadi kegaduhan. Karena Batam ini kita harus menjaga investasi dan kenyamanan serta ketentraman masyarakat kita,” pungkasnya. (SOP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here