Polri Sebut Keluarga Tau Riwayat Penyakit Ustaz Maaher

0
150
Poto : Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono

Jakarta, Jenis penyakit yang diderita yang menyebabkan kematian Ustaz Maaher At-Thuwailibi, di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri sudah diketahui oleh pihak keluarga.

“Dan menjadi catatan kami penyakit yang diderita saudara Soni (Maaher) itu diketahui pihak keluarga,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (10/2).

Dikatakan Rusdi, kepastian keluarga mengetahui jenis penyakit itu melalui surat pernyataan dari pihak keluarga terkait dengan riwayat medis dari mendiang Maaher.

“Ada surat pernyataan dari keluarga bahwa keluarga telah mengetahui penyakit yang diderita oleh Soni yang ditandatangani oleh istri almarhum,” kata Rusdi.

Karena itu, Rusdi mengimbau kepada masyarakat agar tak berspekulasi soal kematian dari Maaher di dalam Rutan Bareskrim. Pasalnya, Ia dinyatakan meninggal dunia lantaran keadaan sakit.

“Penyakit yang diderita almarhum Maaher itu diketahui oleh keluarga. Dan dapat dijelaskan disini bahwa meninggalnya almarhum murni disebabkan oleh sakit,” ucap Rusdi.

Kemudian, Rusdi menuturkan, dalam proses penahanan pada tanggal 20 Januari 2021, Maaher menderita sakit. Karena itu, penyidik membawanya ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berselang satu minggu atau 27 Januari, Maaher kembali ke tahanan lantaran sudah dinyatakan sehat dan membaik dari penyakit yang dideritanya selama ini.

Kemudian pada tanggal 4 Februari 2021, Kejaksaan menyatakan bahwa berkas penyidikan Maaher telah lengkap atau P21.  Pada  hari yang sama, penyidik pun melakukan pelimpahan tahap II atau menyerahkan barang bukti serta tersangka ke Kejaksaan. Saat pelimpahan tahap II, Maaher statusnya sudah menjadi tahanan Kejaksaan. Namun, Ia dititipkan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

“Pada proses penahanan, tentunya pelayanan kesehatan terhadap seluruh tersangka ini sudah dipenuhi dengan baik oleh Polri. Karena pada tahanan Bareskrim Polri ditempatkan satu dokter yang senantiasa setiap hari memeriksa kesehatan seluruh tahanan yang ada pada rutan Bareskrim Polri,” papar Rusdi.

Selanjurnya di tanggal 6 Februari 2021, Dokter di Rutan Bareskrim Polri sempat menyarankan kepada Maaher untuk menjalani perawatan kembali RS Polri. Kala itu, Maaher menolak rekomendasi dari Dokter tersebut.

“Yang bersangkutan bersekuku menolak dan ingin tetap berada di rumah tahanan Bareskrim dan tentunya mendapat perawatan dari Dokter kepolisian,” kata Rusdi.

Sehingga pada akhirnya, tanggal 8 Februari, Maaher dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Namun, jenis penyakit Maaher tak bisa diungkap ke publik karena menjaga nama baik dari pihak keluarga.

“Yang terpenting bagi kami, semua mendoakan semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT,”  Tutup Rusdi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here