Independennews.com | Ungaran — Suasana Aula Condrowulan Polres Semarang, Senin (11/8/2025) pagi, terasa hangat dan penuh semangat. Ratusan personel dari berbagai satuan duduk berjejer rapi; sebagian mencatat, sebagian lain sesekali mengangguk saat pemateri memaparkan materi. Mereka berkumpul dalam forum belajar bersama bertajuk “The Trusted Police and Performance Management”—sebuah langkah untuk memperkuat jati diri sebagai polisi yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta para Kanit. Melalui sambungan zoom meeting, seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Semarang juga mengikuti jalannya forum.
Materi disampaikan oleh Dr. Vita Mayastinasari, S.E., M.Si., dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), yang mengulas secara mendalam konsep polisi terpercaya dan manajemen kinerja.
“Sebagai personel Polri, kita harus dibekali wawasan, pengetahuan, dan keterampilan agar mampu menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat. Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis—mereka bukan sekadar aparat, tetapi juga rekan, pengayom, pelayan, dan pelindung warga,” ujar AKBP Ratna dalam sambutannya.
Ia menegaskan, membangun polisi yang baik bukan hanya soal menaati aturan, tetapi juga soal hati—menjadi bagian dari solusi atas persoalan di lapangan, menciptakan rasa aman, serta menanamkan nilai-nilai humanis dalam setiap interaksi.
Kepercayaan sebagai Modal Utama
Dr. Vita menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal terbesar kepolisian. Meski mayoritas personel bekerja dengan integritas, keberadaan segelintir oknum yang menyimpang tetap menjadi tantangan yang dapat merusak citra institusi.
“Dengan performance management yang efektif, kinerja kepolisian dapat terukur dan terarah, sehingga mendorong pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan kepada masyarakat,” tuturnya.
Menguatkan Komitmen Bersama
Forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang refleksi. Di sela pemaparan, beberapa anggota berbagi pengalaman—ada yang bercerita tentang keberhasilan mediasi warga di desanya, ada pula yang mengisahkan tantangan di lapangan. Semua berangkat dari tujuan yang sama: menjadi polisi yang hadir bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dipercaya.
Melalui forum ini, Polres Semarang berharap dapat memperkuat komitmen seluruh jajarannya dalam membangun pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis, sehingga masyarakat merasa aman dan yakin bahwa polisi hadir untuk mereka. (Ganang i)