Independennews.com|Pemalang – Tragedi terjadinya pohon beringin tumbang yang sudah berusia tua di alun-alun Pemalang, merenggut tida nyawa dan mengakibtkan belasan orang jamaah yang hendak melaksanakan salat ied di Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang mengalami luka serius dan luka ringgan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media independennews.com, saat persiapan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H,/2025 (Sholat Eid). Sebuah pohon beringin besar tumbang sekitar pukul 6.30 WIB, menimpa puluhan jamaah yang telah bersiap menjalankan ibadah. Insiden ini terjadi di depan Pos Pengamanan Arus Mudik dan menyebabkan 16 terluka serta 3 orang meninggal dunia.
Saksi mata seorang pedagang, yang ada di lokasi menceritakan kepada awak media Independennews.com bahwa sebelum kejadian, ada bunyi kretek-kretek saya kira hujan disusul dari percikan api dari kabel listrik, yang tersentuh dahan. Sesaat kemudian pohon besar tumbang, menimpa sejumlah jamaah yang telah menggelat sajadah untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Kejadian ini memicu kepanikan para jamaah, dimana saat itu ada ratusan jamaah disekitar lokasi berlarian mengindari reruntuhan pohon.
“Kejadian sangat cepat, kami gak menyangka akan ada pohon roboh, ribuan jamaah yang berada di halaman masjid hingga sampai di jalan sekitar alun – alun Pemalang banyak sekitar ribuan yang hendak melaksanakan salat ied,” ujar Ramuah.
“Tiba – tiba pohon beringin tumbang timpa puluhan jamaah. Puluhan korban saat itu tidak sempat menghindar karena titik pohon kan ada di belakang jamaah,” imbuhnya.
Saat independennews.com berkunjung ke salah satu keluarga korban meninggal, Rasmono, (43), Warga RT 07 RW 04, Pelutan Pemalang. Awak media bertemu dengan Ariana istri almarhum. Ariana tak kuasa menahan duka atas peristiwa di hari Fitri ini seharusnya keluarga dapat berkumpul dan bahagia, namun Tuhan berkehendak lain.
“Suami saya adalah tulang punggung keluarga. Saya sangat terpukul. Dan kami tidak menyangka. Insya Alloh almarhum suami saya nanti setelah salat ashar akan segera dimakamkan,” ucapnya sembari sesenggukan meneteskan air mata. (Al Assagaf).