Independennews.com | Pemalang – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pemalang adakan sinkronisasi antar Otoritas Pemerintah Daerah (OPD) di kantor BAPPEDA Kabupaten Pemalang, Jum’at 7 Maret 2025.
Kegiatan tersebut diharapkan untuk menghilangkan ego sektoral dari masing-masing OPD, dan satu OPD juga harus tau kegiatan OPD yang lain sehingga nantinya bisa bersinergi.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Pemalang, M Sidik mengatakan, adanya efisiensi anggaran di sub-sub untuk membiayai program Bupati Pemalang terpilih, termasuk program 100 hari.
“Jadi tidak berpengaruh terhadap program/kegiatan yang sudah direncanakan. Justru menambah kegiatan baru dengan melakukan efisiensi,” tuturnya.
Menurutnya, program baru yang dimaksud adalah santunan kematian untuk masyarakat miskin.
Jadi nantinya syarat dan ketentuan bagi penerima santunan kematian bagi masyarakat yang menerima PKH dan sudah berusia 50 Tahun keatas.
“Karena kalau semua mendapat santunan kematian nanti tidak cukup,” beber M Sidik.
Sedangkan untuk nominalnya, M Sidik menyampaikan, ada dua pola, yang pertama sebesar 3 juta untuk yang dikelola oleh Dinsos, dan yang ke-dua dari BPJS ketenagakerjaan bisa sampai 4 juta.
“Kita bayar premi asuransi mulai bulan Mei, nanti kita daftarkan ke BPJS ketenagakerjaan,” jelasnya.
Sedangkan untuk program LKS dan Seragam Sekolah gratis untuk anak sekolah juga akan tetap dilaksanakan, M Sidik mengatakan, penerima program tersebut bagi pelajar, SMP, SD dan PAUD.
“Program tersebut untuk siswa baru, ada syarat dan ketentuannya, kalau semuanya dapat, tentu anggaranya tidak cukup,” pungkasnya. (Al Assagaf/Prapto).