Permudah Masyarakat Urus Dokumen, Disdukcapil Bandung Terapkan System Onlinne

0
152

 

INDEPENDENNEWS.COM, BANDUNG – Untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung menggagas System Online (SO).

“Pelayanan secara online sesuai dengan standar pelayanan bagi masyarakat selama pandemi covid 19, pelayanan yang semula berbasis manual/offline, perlahan berubah menjadi pelayanan secara daring/online,” ujar
Kepala Disdukcapil Kota Bandung Tatang Muhtar di kantornya, Jumat (12/3).

Tatang didampingi Sekdis Disdukcapil Uum Sumiati mengatakan, masyarakat yang sudah memanfaatkan online priode Januari sampai Desember 2020, sebanyak 81.682 orang.

“Layanan online yang diakses masyarakat seperti pelayanan “Salaman” (Selesai Dalam Genggaman) dan “Pemuda” (Pemutakhiran Data Mandiri). “Salaman dan Pemuda” merupakan inovasi pelayanan secara daring yang dimiliki Disdukcapil Kota Bandung,”jelas Tatang

Menurut Tatang, Layanan di Disdukcapil sàat ini sudah dominan layanan online sekitar 90 persen dan sisianya 10 persen yang masih offline hanya rekam cetak KTP elektronik dan legalisir.

“Dimasa pandemi begini, sebaiknya mengurus dokumen kependudukan secara online dan cukup dilakukan di rumah saja,” ucapnya

Pelayanan layanan online di Disdukcapil Kota Bandung, kata Tatang, yang mencakup aplikasi “Salaman” yakni akta kelahiran, akta kematian, Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI), pindah dalam kota dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang diluncurkan pada Desember 2019.

Sedangkan layanan “Pemuda” mencakup aplikasi untuk perbaikan elemen data yang diluncurkan Februari 2020. Selain itu, ada pula aplikasi e-punten yakni eletronik pendaftaran penduduk tidak permanen, yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk non permanen dan pindah datang yang ingin mengurus administrasi kependudukan, kemudian layanan surat elekronik/email untuk surat perkawinan dan perceraian.

Penerbitan dokumen bisa diproses dikeluarkan dalam satu hari apabila persyaratan lengkap, selanjutnya warga bisa mencetaknya secara mandiri dengan kertas HVS ukuran A4 80 gram. Sedangkan untuk rekam KTP elektronik, wajib datang untuk foto.

“Kita merasa bersyukur inovasi pelayanan yang dirancang Disdukcapil masuk dalam enam indikator untuk penilaian evaluasi kinerja pelayanan publik, bahkan meraih penghargaan kinerja pelayanan publik kategori pelayanan prima dari Kementrian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasu Birokrasi (Kemenpan RB),” pungkasnya

Tatang menambahkan, pelayanan prima dan nol biaya akan terus dioptimalkan sesuai dengan Permen PANRB Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.

“Penghargaan pelayanan prima se Indonesia hanya diraih tujuh kabupaten/ kota, di Jabar hanya Kota Bandung,” ujar Tatang. (Amron Sihombing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here