Peringati Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia, Kemenkes RI Ajak Masyarakat Gunakan Antibiotik dengan Bijak

Foto : Ajakan Kemenkes RI

IndependenNews.com, Jakarta | World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan tanggal 18-24 November setiap tahunnya sebagai Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia (World Antimicrobial Awareness Week).

Hal ini seperti dituliskan dalam keterangan unggahan akun instagram resmi milik Kementerian Kesehatan RI (@kemenkes_ri) seperti dilihat pada Senin, (22/11/2021).

Adapun tujuan dari peringatan ini antara lain untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya resistensi antibiotik yakni dengan melakukan strategi mitigasi AMR berbasis bukti lewat pengawasan dan penelitian dengan menggunakan antimikroba secara bijaksana dalam pangan dan pertanian.

“Resisten antibiotik terjadi karena bakteri yang terus berubah dan tidak lagi bisa merespon obat-obatan yang masuk. Akibatnya, penyakit jadi sulit diobati, risiko penyebaran dan keparahan penyakit meningkat, bahkan sampai menyebabkan kematian,” terang @kemenkes_ri dalam unggahannya.

Menurutnya, pengidap kondisi ini tidak dapat disembuhkan karena tidak ada obat-obatan yang bisa mengatasinya. Namun, penyebarannya bisa diperlambat dengan vaksinasi, hubungan seksual yang aman, kebersihan makanan, cuci tangan, sanitasi bersih dan penggunaan antibiotik dengan bijak.

“Mengapa bisa terjadi resistensi antibiotik? Pemberian antibiotik bertujuan untuk mengobati infeksi. Namun, pengobatan menjadi tidak efektif dan justru berbahaya manakala obat tidak digunakan dengan bijak, tidak sesuai rekomendasi dokter. Alih-alih ingin cepat sembuh, malah membahayakan kesehatan diri,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Kemenkes RI, penggunaan antibiotik secra bijak jadi salah satu kunci untuk mencegah resistensi antibiotik. Konsumsi antibiotik hanya dengan resep dokter dan tidak menggunakan resep yang sudah berlalu.

Sementara itu, untuk masyarakat yang hanya mengalami demam, batuk dan pilek tidak disarankan menggunakan antibiotik. Namun, cukup dengan istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi. Dan jika sakit lebih dari 3 (tiga) hari disarankan untuk segera menghubungi dokter.

“Udah tau kan bahaya konsumsi antibiotik berlebihan? Mulai sekarang, yuk gunakan antibiotik dengan bijak sesuai dengan anjuran dan dosis yang dokter berikan,” ajak @kemenkes_ri.[SOP]

You might also like