“Iya, nanti dipisah ada dua PT, yang charter sekarang kan memang Pertamina punya untuk melayani operasi Pertamina,” kata Tiko.
Tiko juga mengungkapkan, Kementerian BUMN juga tengah membahas wacana masuknya Pelita Air dan Citilink ke Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, yakni InJourney. Namun kata Tiko, rencana ini masih akan dikaji secara mendalam. “Kita lagi diskusi apakah nanti di Citilink, atau bahkan dua-duanya kita masukkan ke InJourney,” pungkasnya.
Sementara itu, lisensi penerbangan charter Pelita Air nantinya akan tetap berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero) yang merupakan pemilik saham Pelita Air. (Bisnis)